
Repelita Minab - Duka masih menyelimuti kota pesisir Minab di selatan Iran di tengah puing bangunan sekolah dan kesedihan para keluarga yang kehilangan orang tercinta dalam serangan militer beberapa waktu lalu.
Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan dari luar negeri salah satunya dari Tiongkok yang menyalurkan dana darurat untuk keluarga para siswa yang tewas dalam serangan yang mengguncang kawasan itu.
Palang Merah China menyerahkan bantuan sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,3 miliar kepada Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran untuk membantu para orang tua murid yang kehilangan anak mereka.
Dana tersebut disebut sebagai bentuk belasungkawa sekaligus kompensasi bagi keluarga korban serangan terhadap sekolah dasar perempuan di Minab yang menjadi sorotan dunia internasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyebut serangan terhadap sekolah dan anak-anak sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak bisa dibiarkan.
Dalam konferensi pers rutin ia menegaskan bahwa tindakan militer yang menyasar fasilitas sipil terutama lembaga pendidikan melampaui batas kemanusiaan dan hati nurani.
"Serangan terhadap sekolah dan anak-anak adalah pelanggaran yang sangat berat terhadap hukum humaniter internasional dan melampaui batas hati nurani serta moral kemanusiaan," kata Guo.
Tragedi tersebut terjadi pada 28 Februari 2026 hari pertama operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diberi nama Operation Epic Fury.
Sekolah perempuan Shajarah Tayyebeh di Provinsi Hormozgan dilaporkan menjadi salah satu sasaran serangan yang mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan sedikitnya 171 siswi meninggal dunia akibat serangan tersebut berdasarkan data yang dihimpun tim penyelamat.
Laporan media internasional kemudian menyebut bangunan itu terkena rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat saat operasi berlangsung.
Pemerintah Iran berencana mengubah sekolah itu menjadi monumen peringatan bagi para korban sebagai pengingat abadi akan kekejaman perang.
Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran Ali Darabi mengatakan tempat itu akan dijadikan memorial untuk mengenang para siswi yang tewas dalam serangan.
Mereka menyebut tragedi ini sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel yang melanggar segala norma kemanusiaan dan hukum internasional.
Tiongkok menyampaikan duka mendalam atas kematian para pelajar tersebut dan berdiri bersama rakyat Iran dalam masa berkabung ini.
Pemerintah di Beijing juga menyatakan siap memberikan bantuan tambahan kemanusiaan bagi rakyat Iran yang terdampak konflik di berbagai wilayah.
Selain itu Tiongkok menyatakan keprihatinan serius terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas dan tidak terkendali.
Beijing mengecam serangan yang menyasar warga sipil serta fasilitas nonmiliter dan mendesak semua pihak untuk menghentikan operasi militer.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior pemerintah.
Sebagai balasannya Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk.
Negara-negara Teluk tersebut menjadi lokasi instalasi militer Amerika Serikat yang digunakan sebagai basis operasi penyerangan terhadap Iran.
Konflik yang semula dipicu isu program nuklir Iran kini berkembang menjadi krisis regional dengan eskalasi yang lebih luas dan kompleks.
Di tengah ketegangan yang terus meningkat seruan untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan semakin menguat dari berbagai pihak.
Namun bagi keluarga para siswi di Minab luka itu sudah terlanjur dalam dan tidak akan pernah bisa sembuh sepenuhnya.
Mereka kini hanya bisa dikenang melalui bantuan kemanusiaan dan rencana memorial yang akan berdiri di bekas sekolah mereka.
Dunia internasional terus mendesak dilakukannya investigasi transparan atas insiden tragis yang menewaskan puluhan anak tak berdosa ini.
Sanksi dan kecaman dari berbagai negara terus mengalir sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban dan keluarganya yang berduka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

