Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Israel Katz Akui Rencana Bunuh Khamenei Sudah Dibahas Sejak November, Dimajukan Setelah Protes Iran Meledak

 

Repelita Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Tehran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkapkan bahwa pembunuhan terhadap Khamenei telah direncanakan sejak November tahun lalu.

Ia menyatakan bahwa pertemuan terbatas dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menetapkan tujuan untuk melenyapkan Khamenei pada waktu tersebut.

Menurut Katz rencana awal pelaksanaan operasi dijadwalkan pada pertengahan tahun 2026 namun kemudian dimajukan sekitar Januari.

Keputusan percepatan itu diambil setelah pecahnya gelombang protes besar-besaran di Iran yang dikhawatirkan memicu serangan balasan terhadap Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan.

Rencana tersebut dibagikan kepada pihak Washington sebelum akhirnya dilaksanakan dalam serangan udara pekan lalu.

Israel menegaskan tujuan utama adalah menghilangkan ancaman dari program nuklir serta proyek rudal balistik Iran sekaligus mendorong perubahan rezim di Teheran.

Hingga kini para pemimpin Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerahkan kekuasaan meskipun menghadapi tekanan berat.

Kematian Khamenei terjadi pada jam-jam awal kampanye serangan udara yang menjadi yang pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi negara terbunuh melalui serangan udara.

Gelombang serangan awal menewaskan sejumlah pemimpin senior Iran dan memicu eskalasi konflik yang meluas ke berbagai wilayah.

Iran membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel negara-negara Teluk serta Irak sementara Israel menargetkan kelompok Hezbollah di Lebanon.

Putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yaitu Mojtaba Hosseini Khamenei dikabarkan telah ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Penetapan tersebut pertama kali dilaporkan oleh sejumlah media Israel dan disebut dilakukan oleh Majelis Ahli Iran yang berwenang memilih pemimpin tertinggi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik penunjukan Mojtaba sebagai pengganti ayahnya.

Trump menyatakan bahwa ia tidak akan menerima pengganti yang melanjutkan kebijakan mendiang Khamenei karena berpotensi menyeret Amerika Serikat kembali ke perang dalam lima tahun ke depan.

Ia menekankan keinginan untuk melihat seseorang yang dapat membawa harmoni serta perdamaian ke Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved