Repelita Jakarta - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengonfirmasi keberadaan tiga personel Angkatan Pertahanan Australia di atas kapal selam Amerika Serikat yang menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka.
Albanese menjelaskan bahwa ketiga personel tersebut berada di sana sebagai bagian dari program pelatihan dalam kerangka pakta pertahanan Aukus.
Ia menegaskan bahwa tidak ada personel Australia yang terlibat dalam aksi ofensif terhadap Iran sehingga mematuhi hukum internasional serta kebijakan nasional.
Pernyataan ini disampaikan Albanese kepada Sky News Australia pada hari Jumat di tengah kontroversi mengenai insiden tersebut.
Sebelumnya pemerintah Australia menolak mengungkap detail keberadaan personel ADF di kapal selam AS yang melakukan serangan pada hari Rabu.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya delapan puluh tujuh pelaut Iran dan menjadi yang pertama kalinya kapal musuh ditenggelamkan oleh torpedo Amerika sejak Perang Dunia Kedua.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut insiden itu sebagai kehancuran total bagi rezim Iran dengan pernyataan bahwa Amerika menang secara telak tanpa ampun.
Kapal selam yang diduga terlibat adalah USS Minnesota kelas Virginia yang pernah bertugas di pangkalan HMAS Stirling Australia Barat tahun lalu.
Lebih dari lima puluh pelaut serta perwira Australia saat ini bertugas di armada kapal selam serang Amerika Serikat sebagai persiapan kepemimpinan kapal selam nuklir Australia sendiri.
Menurut Angkatan Laut Kerajaan Australia satu dari sepuluh awak kapal selam serang AS adalah warga negara Australia dalam program pertukaran tersebut.
Albanese menekankan bahwa personel Australia bertindak sesuai hukum dan kebijakan nasional meskipun ditempatkan di aset negara ketiga.
Ia menyatakan kenyamanan Australia dengan penilaian bahwa Teheran menimbulkan ancaman pada tiga tingkatan sehingga mendukung operasi tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menggambarkan serangan itu sebagai kekejaman di laut dua ribu mil dari pantai Iran.
Araghchi memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkan melalui aksi tersebut.
Kapal fregat Iris Dena sedang kembali dari latihan angkatan laut di Teluk Bengal ketika diserang di perairan internasional.
Serangan terjadi di zona ekonomi eksklusif Sri Lanka sekitar empat puluh empat mil laut dari Galle sehingga tiga puluh dua awak diselamatkan oleh angkatan laut setempat.
Video dari Pentagon menunjukkan kapal perang itu dihantam ledakan besar yang menghancurkan bagian buritan sebelum tenggelam dengan cepat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

