Repelita Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan mundur dari keanggotaan Indonesia di Board of Peace di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel dengan Iran.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyampaikan bahwa Prabowo terbuka terhadap kritik dan desakan masyarakat terkait hal tersebut.
Namun Prabowo lebih memprioritaskan upaya menciptakan perdamaian melalui forum Board of Peace terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan langkah keluar.
Nusron menjelaskan bahwa bangsa Indonesia telah menerima Board of Peace sebagai sarana penting untuk mengupayakan perdamaian dunia.
Ia menekankan perlunya mencoba ikhtiar tersebut terlebih dahulu agar tidak terburu-buru meninggalkan forum yang ada.
Nusron menyatakan bahwa Presiden sempat mempertanyakan kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian jika tidak berada di forum khusus seperti Board of Peace.
Menurutnya tanpa keikutsertaan di Board of Peace akan sulit bagi Indonesia untuk memberikan masukan atau berperan aktif dalam perundingan damai.
Nusron menambahkan bahwa forum tersebut saat ini menjadi satu-satunya wadah utama untuk membahas perdamaian di Palestina dan Gaza.
Prabowo ingin mencermati situasi secara mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah strategis terkait keanggotaan di Board of Peace.
Sikap hati-hati ini mencerminkan pendekatan diplomatik Indonesia yang mengutamakan dialog dan kontribusi aktif dalam upaya perdamaian global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

