Repelita Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 dari Operasi Janji Sejati 4 yang melibatkan pengerahan rudal generasi terbaru untuk menyasar berbagai lokasi di Israel serta pangkalan militer terkait Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resminya IRGC menjelaskan bahwa rudal Kheibar dengan hulu ledak berat digunakan sebagai bagian dari sistem rudal canggih baru dalam serangan tersebut.
Serangan itu dilaporkan mengenai Bir al-Sabe dan Tel Aviv serta infrastruktur yang berhubungan dengan Pangkalan Udara Al-Azraq yang menjadi basis utama pesawat Amerika Serikat dalam operasi militer terkini.
IRGC menyatakan bahwa intensitas serta jangkauan serangan terhadap pihak lawan akan semakin meningkat dalam beberapa jam dan hari ke depan sebagai respons terhadap agresi berkelanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.
Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi selaku komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan komitmen Iran untuk melanjutkan pertempuran hingga musuh berhasil dikalahkan sepenuhnya.
Iran akan melanjutkan perang sampai kita menaklukkan musuh dan membuat mereka menyesal, tegas Aliabadi.
Ia menambahkan bahwa persenjataan rudal Iran kini jauh lebih maju dibandingkan sebelumnya dengan tingkat presisi serta kemampuan manuver yang sangat tinggi.
Aliabadi menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel mengklaim mengetahui jumlah rudal Iran namun Teheran mengajak mereka untuk terus menghitungnya langsung di medan tempur.
Menurutnya musuh selalu keliru dalam perhitungan dan Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa pembalasan akan dilakukan secara nyata bukan sekadar pernyataan.
Ia menekankan bahwa pasukan bersenjata Iran telah memperbaiki segala kelemahan pasca agresi Juni lalu sehingga musuh kini menyadari kekuatan sebenarnya Teheran.
Seluruh angkatan bersenjata Iran berada di garis depan dengan semangat tinggi serta tekad kuat untuk membalas darah para syuhada dan komandan yang gugur.
Aliabadi memuji pertemuan massa di berbagai wilayah Iran yang mendukung pasukan bersenjata sebagai momen bersejarah yang akan dikenang selamanya.
Ia menegaskan bahwa kemenangan pasti akan diraih oleh Iran dan rakyatnya yang luar biasa.
Musuh yang kejam telah menyerang warga sipil Iran di rumah mereka serta pelajar di sekolah sehingga Iran akan membalas dengan menargetkan pusat militer peralatan serta segala aset yang diperlukan agar mereka menyesali perbuatannya.
Sejak 28 Februari 2026 Amerika Serikat bersama Israel telah memulai serangan militer terkoordinasi mendalam ke wilayah Iran di tengah proses perundingan nuklir yang sedang berlangsung.
Operasi gabungan itu menyasar fasilitas militer situs rudal serta pimpinan di kota-kota seperti Teheran Isfahan Qom dan Karaj serta menyebabkan lebih dari 1300 korban sipil tewas di seluruh negeri.
Di antara sasaran termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Sayyed Ali Khamenei.
Iran segera membalas dengan meluncurkan Operasi Janji Sejati 4 yang menembakkan ratusan drone serta rudal balistik ke wilayah pendudukan Israel dan target Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan Iran juga mengenai pangkalan serta fasilitas sekutu di Bahrain Qatar Kuwait Irak Yordania dan Uni Emirat Arab sehingga konflik meluas ke luar batas Iran.
IRGC mengumumkan bahwa Kilang Minyak Haifa berhasil dihantam oleh rudal Kheibar Shekan sebagai balasan langsung atas serangan terhadap Kilang Minyak Teheran.
Gelombang ke-27 Operasi Janji Sejati 4 dilaksanakan melalui operasi terpadu yang melibatkan drone dan rudal terhadap sasaran Amerika Serikat serta Israel.
Situs militer Israel di Haifa bagian utara wilayah pendudukan Palestina menjadi target presisi menggunakan rudal Kheibar Shekan berbahan bakar padat generasi baru yang mampu dipandu hingga detik terakhir.
Unit drone IRGC berhasil mengenai lokasi penempatan personel militer Amerika Serikat di kawasan Marina dekat kompleks gedung Warner Bros.
Angkatan laut IRGC menyerang unit komando kapal tak berawak milik Armada Kelima Amerika Serikat serta gudang pendukung militer di Bandar Salman.
IRGC menyatakan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan Israel berupaya menjadikan penduduk sipil di wilayah utara dan tengah Palestina yang diduduki sebagai tameng hidup untuk melindungi pasukannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

