Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Tifatul Sembiring Sentil Trump: Berbuat Sesuka Hati, Langgar Hukum Internasional

Generated image thumbnail

Repelita Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengkritik keras kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai sering mengabaikan aturan internasional.

Ia menegaskan bahwa Trump kerap mengambil keputusan sepihak tanpa mempedulikan hukum global.

Trump nggak peduli hukum internasional. Dia berbuat sesuka hatinya, kata Tifatul.

Menurutnya, beberapa aksi kontroversial Trump seperti penculikan terhadap Maduro dan pembunuhan Ayatollah Khamenei jelas melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tifatul juga menyoroti dampak serangan militer yang menewaskan warga sipil di Iran, khususnya kalangan pelajar.

Membantai siswa sekolah Iran, tegasnya.

Ia menilai pembentukan Board of Peace yang digagas Trump sebagai bentuk dominasi Amerika Serikat ketika gagal mengendalikan PBB.

Kalau tidak bisa nekan PBB, dia buat BoP, dia yang kontrol semua, sesal Tifatul.

Politikus itu menyindir sikap Trump yang memicu polemik dunia, termasuk keinginan mencaplok Greenland setelah gagal meraih Nobel Perdamaian.

Nggak dapat hadiah Nobel Perdamaian, eh ngambek, mau caplok Greendland, tutur Tifatul.

Ia menilai negara atau pemimpin yang mendekatkan diri dengan Trump telah keliru memilih mitra.

Kurasa, salah pilih teman kalian ini, pungkasnya.

Sebelumnya, pemerhati politik M Rizal Fadillah menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas terhadap tekanan publik soal keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

Ia menyatakan tuntutan agar Indonesia segera keluar dari forum tersebut sudah sangat kuat dari berbagai elemen masyarakat.

Rizal menegaskan bahwa bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam BoP sama dengan mengkhianati amanat konstitusi serta prinsip kemanusiaan.

Kebersamaan dengan Amerika dan Israel adalah pengkhianatan konstitusi sekaligus pengkhianatan kemanusiaan karena keduanya adalah negara penjajah, tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa konflik di Gaza menjadi bukti nyata kezaliman Israel terhadap Palestina yang masih berlangsung hingga kini.

Gaza merupakan bukti dari kezaliman Israel. Perlawanan Hamas melawan Israel di Gaza masih belangsung. Pembantaian dan genosida juga berlanjut, ungkap Rizal.

Menurut Rizal, pembentukan Board of Peace oleh Amerika Serikat justru terjadi saat pemboman dan pembantaian terus berlanjut di luar kerangka PBB.

Rizal menyebut Trump hanya berhasil mengajak 24 negara bergabung dari undangan sekitar 60 negara, termasuk Indonesia.

Selain itu, terbentuk International Security Force di bawah komando Amerika Serikat dengan Indonesia sebagai Deputy Commander.

Ia mengkritik perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dianggap merugikan dan kontroversial.

Banyak kalangan menilai ini adalah perjanjian berat sebelah bentuk penyerahan kedaulatan Indonesia kepada Amerika betapa bodohnya Prabowo, seru penilai, tambah Rizal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved