
Repelita Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan akan segera melancarkan operasi serangan paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam beberapa saat operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap Israel dan pangkalan teroris Amerika Serikat akan dimulai sebut IRGC seperti dilansir berbagai sumber pada Minggu satu Maret dua ribu dua puluh enam.
Sebelumnya Republik Islam Iran memasuki masa transisi kepemimpinan setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam.
Ali Shamkhani selaku Perwakilan Pemimpin di Dewan Pertahanan Agung serta Mayor Jenderal Mohammad Pakpour Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam juga gugur dalam serangan yang sama di Teheran.
Penjabat Presiden Mohammad Mokhber menyatakan bahwa tanggung jawab pada fase transisi akan dikelola bersama oleh Presiden Masoud Pezeshkian Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Ejei serta seorang ahli hukum dari Dewan Garda.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai Operasi Epic Fury yang disebut sebagai operasi udara paling mematikan paling kompleks dan paling presisi dalam sejarah terhadap Iran.
Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth membenarkan pelaksanaan operasi tersebut setelah menerima perintah langsung dari Presiden Trump pada malam sebelumnya.
Rezim Iran sebenarnya memiliki kesempatan namun mereka menolak untuk mencapai kesepakatan dan kini mereka harus menanggung konsekuensinya kata Hegseth melalui platform X pada Minggu satu Maret dua ribu dua puluh enam.
Selama hampir lima puluh tahun Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika serta terus berupaya mendapatkan senjata paling mematikan di dunia demi memajukan tujuan radikal mereka tambahnya.
Tadi malam tidak seperti presiden-presiden sebelumnya Presiden Trump mulai menangani kanker ini secara langsung lanjut Hegseth.
Militer Amerika Serikat tidak akan mentoleransi rudal-rudal yang menargetkan rakyat Amerika rudal-rudal tersebut akan dihancurkan bersama dengan fasilitas produksi rudal milik Iran.
Dia memastikan Angkatan Laut Iran akan dilenyapkan sebagaimana ditegaskan Presiden Trump bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.
Amerika Serikat tidak memulai konflik ini tetapi kami yang akan mengakhirinya jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia seperti yang telah dilakukan Iran maka kami akan memburu Anda dan kami akan menghabisi Anda tutupnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

