Repelita Jakarta - Serangan awal yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk komandan angkatan bersenjata mereka.
Selain Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serangan gabungan AS-Israel tersebut juga menewaskan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.
Sebagai langkah cepat untuk mengisi kekosongan kepemimpinan sekaligus mengendalikan serangan balasan, Presiden Iran telah menunjuk Jenderal Garda Revolusi, Majid Ebnelreza sebagai penjabat Menteri Pertahanan Iran yang baru.
“Atas perintah Presiden Masoud Pezeshkian, Jenderal Garda Revolusi Majid Ebnelreza telah ditunjuk sebagai penjabat menteri pertahanan,” kata wakil bidang komunikasi kepresidenan Mehdi Tabatabaei dalam sebuah unggahan di X, Senin, 2 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Keamanan Iran menyatakan bahwa Republik Islam siap menghadapi perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang akan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak singkat.
“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” tegas Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Teheran, dalam sebuah unggahan di X pada hari yang sama.
Larijani menambahkan pernyataan keras bahwa Iran akan membela diri “tanpa mempedulikan biaya” apapun yang harus dibayar sebagai konsekuensi dari konflik terbuka ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

