
Repelita Teheran - Pejabat militer tinggi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel terus melakukan kesalahan perhitungan dalam menilai kekuatan rudal serta kemampuan pertahanan Republik Islam.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi menyatakan hal tersebut pada Minggu 8 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa kemampuan rudal Iran telah berkembang jauh lebih pesat dan lebih besar daripada apa yang diperkirakan oleh pihak musuh.
Angkatan Bersenjata Iran selalu menjawab setiap ancaman dengan aksi nyata di medan perang bukan sekadar kata-kata atau retorika berlebihan.
Menurutnya Washington dan Tel Aviv secara konsisten salah dalam memperhitungkan daya tahan serta respons Teheran terhadap agresi.
Pejabat senior Iran berulang kali menyampaikan bahwa balasan atas serangan akan langsung terasa di lapangan pertempuran.
Musuh kini mulai memahami bahwa Iran adalah negara yang membuktikan setiap pernyataan melalui tindakan konkret bukan hanya slogan.
Persenjataan rudal negara ini telah menjadi lebih maju dengan tingkat ketahanan lebih tinggi akurasi lebih presisi dan kekuatan destruktif yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Pelajaran dari konflik masa lalu telah diintegrasikan menjadi kemampuan operasional yang efektif pada situasi saat ini.
Para agresor sedang menyaksikan langsung bukti kekuatan Iran melalui dampak di medan tempur.
Mereka yang mengaku tahu persis jumlah rudal Iran sebenarnya harus menghitung ulang di lapangan karena pemahaman mereka tentang kapasitas sebenarnya sangat terbatas.
Sementara musuh menargetkan warga sipil pelajar dan keluarga tak berdosa di rumah mereka Iran hanya membalas dengan menyerang pusat-pusat militer yang menjadi sumber ancaman.
Konflik ini akan berlanjut hingga para penyerang benar-benar menyesali tindakan agresi mereka.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Ali-Mohammad Naeini menyatakan pasukan Iran siap menjalani perang intensitas tinggi selama enam bulan tanpa kendala.
Kemampuan militer IRGC masih jauh dari batas maksimum yang dimiliki.
Berbagai senjata strategi taktik rudal balistik jelajah drone serta kapal serang telah disiapkan secara matang untuk menghadapi perang skala besar dan berkepanjangan.
Rudal yang dikerahkan sejauh ini sebagian besar masih dari generasi produksi tahun 2012 hingga 2013.
Iran belum mengerahkan satupun rudal yang diproduksi dalam sepuluh tahun terakhir meskipun kapasitas produksi telah meningkat berkali-kali lipat.
Produksi rudal melonjak drastis dalam beberapa tahun belakangan sehingga jumlah yang dihasilkan mencapai skala sangat besar.
Antara periode perang 12 hari dan perang Ramadan Iran berhasil memproduksi rudal setara dengan output beberapa tahun sebelumnya.
Serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Revolusi Ayatollah Seyed Ali Khamenei beserta komandan senior serta warga sipil pada 28 Februari 2026.
Serangan udara luas tersebut menyebabkan korban jiwa masif dan kerusakan infrastruktur parah di berbagai wilayah.
Sebagai tanggapan Iran melancarkan gelombang operasi balasan menggunakan rudal dan drone menyasar posisi AS serta Israel di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan regional.
Pejabat militer Iran mengklaim bahwa kekuatan yang telah dikerahkan hingga kini baru mencapai kurang dari lima persen dari total kemampuan militer dan pertahanan yang dimiliki.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

