Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran: Rudal Kheibar Hantam Tel Aviv, Korban Tertinggi Sejak Holocaust, Infrastruktur Lumpuh Total

 Edit gambar politik Iran

Repelita Tel Aviv - Pada malam Ahad 8 Maret 2026 langit di atas Tel Aviv berubah menjadi merah menyala akibat rentetan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam pusat kota dan infrastruktur penting dengan intensitas tinggi.

Serangan tersebut menyebabkan kekacauan besar di mana jutaan penduduk terpaksa berlarian menuju bunker dan tempat perlindungan sambil sirene peringatan terus meraung tanpa henti.

Kementerian Kesehatan Israel menggambarkan kejadian ini sebagai bencana paling parah yang dialami sejak masa Holocaust dengan korban jiwa dan luka-luka mencapai angka yang mengkhawatirkan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-28 Operasi Janji Sejati-4 pada tanggal yang sama dengan mengerahkan rudal generasi baru dari pasukan dirgantara.

Rudal Kheibar yang dilengkapi hulu ledak super berat menjadi senjata utama yang menyasar wilayah Tel Aviv Beer Sheva serta pangkalan udara Al-Azraq di Yordania.

IRGC menyatakan bahwa skala dan kedalaman serangan akan terus ditingkatkan sebagai balasan atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini menegaskan bahwa Iran mampu mempertahankan perang intensitas tinggi selama enam bulan penuh melawan kedua musuh tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini Iran baru mengerahkan rudal generasi pertama dan kedua sementara rudal jarak jauh yang lebih modern akan segera digunakan dalam waktu dekat.

Serangan Iran berhasil melumpuhkan sejumlah fasilitas energi penting di Israel termasuk pembangkit listrik kilang minyak dan jaringan distribusi yang menyebabkan pemadaman listrik total di Tel Aviv.

Balasan tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan Israel pada Sabtu 7 Maret 2026 yang menghancurkan beberapa depot bahan bakar di sekitar Teheran dan Karaj.

Kementerian Perminyakan Iran mengonfirmasi kerusakan parah pada depot penyimpanan minyak di provinsi Teheran dan Alborz yang memicu tumpahan minyak besar dan kebakaran hebat di ibu kota.

Militer Israel membenarkan operasi mereka menargetkan kompleks energi di Teheran dengan tujuan melemahkan kemampuan militer lawan.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan setidaknya 1.929 korban jiwa sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026 dengan tambahan 157 orang luka-luka dalam 24 jam terakhir.

Dari jumlah korban luka tersebut sekitar 112 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit termasuk sembilan di antaranya dalam kondisi kritis.

Banyak korban luka bukan disebabkan oleh ledakan langsung melainkan akibat kepanikan jatuh atau desak-desakan saat berlari ke tempat aman.

Petugas medis senior dari Magen David Adom di Tel Aviv menceritakan pemandangan mengerikan setelah ledakan di mana asap tebal menyelimuti area dan korban bertebaran dengan luka parah akibat pecahan.

Di Petah Tikva lima orang mengalami luka akibat rudal yang diduga membawa hulu ledak kluster yang menyebarkan bom kecil ke area luas.

Polisi Israel menyatakan pola penyebaran dampak menunjukkan kemungkinan penggunaan bom kluster oleh rudal balistik Iran.

Serangan juga meluas ke Beer Sheva di mana target militer strategis dihantam rudal Kheibar dengan kekuatan destruktif tinggi.

Negara-negara Teluk turut terdampak seperti di Kuwait di mana tangki bahan bakar bandara internasional diserang drone dan dua penjaga perbatasan gugur.

Di Bahrain tiga orang terluka akibat pecahan rudal yang mengenai gedung universitas di Muharraq serta kerusakan pada pabrik desalinasi air.

Seorang sopir asal Pakistan tewas di Dubai ketika puing intersepsi rudal jatuh menimpa kendaraannya.

Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas minyak Iran merupakan bagian dari eskalasi dan lebih banyak target akan dipertimbangkan di masa mendatang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menyampaikan permintaan maaf terkait serangan ke negara tetangga namun kemudian membantah pernyataan itu setelah kritik dari kalangan garis keras.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengeluarkan peringatan tegas bahwa kelanjutan serangan terhadap fasilitas energi Iran akan memicu balasan serupa terhadap instalasi minyak di seluruh kawasan Teluk.

Mereka menekankan bahwa kegagalan menekan Washington dan Israel dapat menyebabkan harga minyak dunia melampaui 200 dolar AS per barel.

Penutupan Selat Hormuz oleh pasukan Iran yang mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak setiap hari semakin memperburuk ancaman krisis energi global.

Malam 8 Maret 2026 menjadi salah satu malam paling kelam bagi Tel Aviv dengan korban jiwa tertinggi sejak Holocaust dan infrastruktur vital yang lumpuh sepenuhnya.

IRGC menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan volume serta kedalaman serangan sebagai respons berkelanjutan terhadap agresi yang dilakukan musuh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved