Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Lebih Siap Perang Panjang Lawan AS: Ideologi Kuat, Militer Efisien, dan Pengalaman Puluhan Tahun Jadi Kunci Ketahanan

 

Repelita Jakarta - Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran Amerika Serikat serta Israel dinilai berpotensi meluas menjadi konflik jangka panjang yang sulit dikendalikan.

Pengamat Timur Tengah Anan Nurdin menilai Iran jauh lebih siap menghadapi perang berkepanjangan dibandingkan Amerika Serikat yang cenderung menginginkan penyelesaian cepat.

Iran tidak bisa disamakan dengan kelompok bersenjata non-negara seperti Hamas maupun Irak era Saddam Hussein karena memiliki struktur negara ideologi serta militer yang telah terbentuk kuat selama puluhan tahun.

Mungkin kalau Irak ketika Saddam Hussein sekali lagi ditumbangkan rakyatnya langsung keluar langsung mendukung Amerika Serikat tapi kalau Iran tidak seperti itu lugasnya dilansir dari YouTube tvOneNews.

Sistem politik Iran terbentuk sejak Revolusi Islam 1979 yang menerapkan konsep Wilayat al-Faqih di mana pemimpin tertinggi dipilih oleh ulama senior dan memadukan otoritas politik dengan keagamaan secara menyatu.

Dalam kerangka tersebut pemimpin bukan sekadar kepala negara melainkan juga figur otoritatif secara agama sehingga politik dan keyakinan rakyat menjadi satu kesatuan yang sulit dipisahkan.

Upaya mengganti kepemimpinan Iran dari luar tidak hanya menyangkut pergantian individu melainkan juga menantang fondasi ideologi negara serta keyakinan jutaan warganya yang telah mengakar puluhan tahun.

Perubahan sistem politik Iran akan menghadapi hambatan besar karena menyentuh langsung identitas nasional dan keimanan masyarakat yang telah dibentuk sejak revolusi.

Situasi ini berbeda dengan beberapa negara lain di mana jatuhnya pemimpin sering kali langsung diikuti dukungan luas terhadap kekuatan baru atau pendudukan asing.

Di Iran bahkan jika kepemimpinan berganti perlawanan dan konflik belum tentu langsung berakhir karena basis ideologis yang sangat kokoh.

Selain aspek ideologi Anan menyoroti strategi militer Iran yang efisien dengan pengembangan senjata berbiaya rendah seperti drone yang efektif namun murah dibandingkan sistem pertahanan canggih lawan.

Pendekatan tersebut mampu membebani ekonomi pihak lawan secara signifikan karena biaya intersepsi serangan jauh lebih tinggi daripada biaya produksi senjata Iran.

Anan juga mengamati bahwa langkah Donald Trump menargetkan kepemimpinan Iran bertujuan mempercepat akhir konflik agar tidak berlarut-larut.

Namun jika konflik justru memanjang Iran dinilai memiliki keunggulan berkat kesiapan ideologi struktur negara serta pengalaman panjang menghadapi sanksi dan tekanan internasional.

Berbagai faktor tersebut membuat Anan menyimpulkan bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi berlangsung lama dengan ketahanan Iran yang lebih unggul dalam menghadapi perang berkepanjangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved