Repelita Jakarta - Anies Baswedan mempertanyakan kredibilitas forum Board of Peace di tengah eskalasi ketegangan geopolitik akibat serangan militer saling balas antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran.
Menurut Anies partisipasi Indonesia dalam forum tersebut harus dievaluasi ulang supaya tetap selaras dengan prinsip dasar politik luar negeri yang dipegang teguh negara.
Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menentang segala bentuk penjajahan yang tertuang jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Pembukaan UUD 1945 menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut serta menciptakan tatanan dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi serta keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.
Keberadaan Board of Peace menimbulkan keraguan serius karena forum itu dipimpin langsung oleh Donald Trump yang baru saja memerintahkan operasi militer terhadap Iran.
Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian namun ketuanya yaitu Presiden Trump justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel tanpa mandat PBB tanpa ancaman nyata dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan ungkapnya di YouTube pribadinya.
Tindakan militer tersebut dinilai semakin memperumit posisi forum karena dilakukan tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa sehingga memunculkan inkonsistensi antara misi perdamaian dengan aksi eskalasi konflik.
Anies menekankan bahwa politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar ikut serta dalam berbagai pertemuan internasional melainkan menuntut pemilihan mitra yang konsisten dengan nilai serta prinsip nasional.
Indonesia wajib memastikan setiap keterlibatan di forum global mendukung penegakan hukum internasional serta menjaga kedaulatan negara-negara yang terdampak konflik.
Situasi konflik saat ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meninjau kembali keikutsertaan dalam Board of Peace sebagai wujud konsistensi diplomasi.
Langkah evaluasi tersebut bukan penolakan terhadap inisiatif perdamaian dunia melainkan bentuk komitmen terhadap prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan diplomasi Indonesia.
Sikap tegas di panggung internasional justru dapat mempertegas peran Indonesia sebagai negara yang konsisten membela keadilan global serta supremasi hukum internasional.
Anies juga mengingatkan bahwa Indonesia mewarisi tradisi diplomasi yang kuat sebagai salah satu inisiator Konferensi Asia-Afrika serta pendiri Gerakan Non-Blok.
Warisan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu suara berpengaruh dari negara-negara berkembang dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan setara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

