Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Hamas Sebut Kepergian Khamenei Runtuhkan Pilar Poros Perlawanan, Perjuangan Al-Quds Tetap Berlanjut

 

Repelita Jakarta - Bagi Hamas kepergian Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan seorang pemimpin negara pendukung utama melainkan runtuhnya pilar penyangga terpenting dalam apa yang mereka sebut sebagai Poros Perlawanan.

Hamas dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan dari markas besar mereka menggambarkan Khamenei sebagai arsitek utama yang menjadikan isu Palestina sebagai inti kebijakan luar negeri Iran.

Bagi pejuang di Gaza Khamenei bukan sekadar figur jauh di Teheran melainkan pelindung spiritual yang secara konsisten menempatkan kemerdekaan Al-Quds di tengah tekanan isolasi internasional.

Dunia Islam telah kehilangan pemimpin yang tak pernah gentar menghadapi hegemoni Barat dan ambisi zionis demikian bunyi pernyataan resmi Hamas.

Ucapan duka tersebut mengirimkan sinyal tegas kepada Washington dan Tel Aviv bahwa meskipun pemimpin utama di Teheran telah tiada perlawanan ideologis di lapangan tidak akan surut begitu saja.

Pernyataan belasungkawa ini muncul tepat ketika Iran berada pada titik terendah akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam.

Hamas tampak berupaya menegaskan bahwa aliansi dengan Teheran melampaui kepentingan pragmatis dan telah menjadi persaudaraan yang dipersatukan oleh musuh bersama.

Kematian Khamenei bagi Hamas merupakan pengorbanan tertinggi seorang pemimpin dalam perjuangan panjang melawan Israel.

Di balik narasi duka tersebut tersimpan kekhawatiran nyata mengenai kelanjutan pasokan logistik serta dukungan militer bagi Hamas jika proses suksesi di Teheran menghasilkan kebijakan yang lebih moderat atau justru lebih tidak stabil.

Meskipun diliputi kesedihan Hamas tetap menggemakan narasi mati satu tumbuh seribu dengan keyakinan bahwa darah Khamenei akan menjadi pendorong baru bagi gelombang intifada yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Bagi Israel pernyataan belasungkawa dari Hamas menjadi konfirmasi bahwa kepala dan ekor ular masih terhubung erat sehingga solidaritas ini menjadi peringatan serius bagi Tel Aviv.

Operasi pemaksaan terhadap Khamenei kemungkinan tidak langsung melumpuhkan kelompok militan di garis depan melainkan justru menyatukan mereka dalam kemarahan yang sama.

Pertanyaan krusial kini muncul mengenai apakah pemimpin pengganti Khamenei kelak akan memiliki kedekatan emosional serta komitmen finansial yang setara terhadap Hamas atau Gaza akan dipaksa menghadapi badai sendirian.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved