Repelita Jakarta - Akun resmi X Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengunggah pesan singkat dan samar pada Minggu satu Maret dua ribu dua puluh enam dini hari WIB hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel.
Pesan tersebut berupa teks dalam bahasa Persia yang berbunyi Be nām-e nāmi-ye Heydar alayhis-salām yang diterjemahkan sebagai Dalam nama mulia Haidar semoga damai tercurah kepadanya merujuk pada Imam Haidar atau Ali bin Abi Thalib figur sentral dalam Syiah.
Unggahan itu disertai gambar seni dramatis yang menggambarkan sosok berjubah memegang pedang bercahaya di tengah kekacauan api serta elemen seperti proyektil jatuh yang menciptakan suasana pertempuran.
Beberapa interpretasi di media sosial melihat pesan ini sebagai sinyal bahwa Khamenei masih hidup atau upaya menunjukkan kelanjutan kepemimpinan sementara yang lain menganggapnya sebagai konfirmasi martir atau kode perlawanan.
Akun tersebut juga dikaitkan dengan unggahan lain berupa ayat Al-Quran dari surah Al-Ahzab ayat dua puluh tiga yang berbicara tentang orang-orang beriman yang memenuhi janji kepada Allah ada yang telah gugur dan ada yang menunggu tanpa berganti sedikit pun.
Pesan misterius ini muncul di tengah spekulasi luas mengenai status Khamenei pasca serangan pada Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam yang menargetkan berbagai situs di Iran termasuk yang diduga dekat lokasi persembunyiannya.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai kebenaran klaim kematian Khamenei sementara unggahan dari akun resminya memicu perdebatan apakah itu dijadwalkan sebelumnya otomatis atau bukti kelangsungan hidup.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

