Repelita Solo - Jagat media sosial ramai membahas label unik "Tembok Ratapan Solo" yang muncul pada titik lokasi rumah pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Google Maps.
Kediaman Jokowi terletak di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah.
Warganet menyebarkan tangkapan layar dari aplikasi peta digital tersebut serta video yang menunjukkan sejumlah orang meratap di depan pagar rumah sambil meniru ritual di Tembok Ratapan Yerusalem.
Salah satu narasi viral menyatakan Inilah tembok ratapan Sologakure Konon katanya siapapun yang mencium dan menjilat tembok ini dengan penuh keyakinan karier politiknya akan berjalan mulus dan penuh berkah.
Pantauan pada Selasa 17 Februari 2026 sore label tersebut masih ada meski telah berubah menjadi bahasa Inggris Solo City Wailing Wall tepat di dekat koordinat rumah Jokowi.
Ajudan Jokowi AKBP Syarif Fitriansyah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi serupa di depan kediaman pribadi mantan presiden tersebut.
Syarif mengakui masih ada warga yang mencoba meniru tren viral meskipun pihak keamanan lebih memilih pendekatan persuasif daripada tindakan tegas.
Menurutnya lokasi itu merupakan hunian pribadi Jokowi dan Ibu Iriana bukan tempat wisata atau situs simbolik seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Ia menegaskan Ini kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana bukan Tembok Ratapan Solo.
Syarif menyatakan sudah mengetahui adanya penamaan unik tersebut namun belum bisa memastikan apakah Jokowi sendiri telah mendengar atau melihat fenomena ini.
Pihak keamanan tidak memberlakukan pembatasan khusus bagi masyarakat yang melintas atau mendatangi sekitar lokasi sehingga akses tetap seperti biasa.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan meminta perubahan nama di Google Maps Syarif tidak banyak berkomentar dan menyatakan dirinya tidak merasa tersinggung dengan label tersebut.
Tembok Ratapan merupakan situs suci utama bagi umat Yahudi yang berfungsi sebagai tempat berdoa bermeditasi serta menyampaikan permohonan kepada Tuhan.
Secara historis tembok itu merupakan sisa dinding penyangga dari kompleks Bait Suci Kedua yang dibangun kembali pada abad keenam sebelum Masehi dan diperluas oleh Raja Herodes Agung.
Bait Suci tersebut dihancurkan pasukan Romawi pada tahun 70 Masehi namun sebagian dindingnya bertahan hingga kini dan menjadi pusat ibadah umat Yahudi.
Area ini terbagi menjadi bagian laki-laki dan perempuan sesuai tradisi Ortodoks serta menjadi destinasi wisata religi yang dikunjungi jutaan orang setiap tahun di Kota Tua Yerusalem.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

