Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Dokter Tifa Paparkan Kajian Tiga Tahun Soal Enam Versi Dokumen Akademik Jokowi dalam Konferensi Pers

 Soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Saya Melangkah karena Negeri  Ini Terlalu Banyak Disakiti - Konteks.co.id

Repelita Jakarta - Dokter Tifauzia Tyassuma atau dikenal sebagai Dokter Tifa memaparkan hasil kajian timnya mengenai dokumen akademik Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam konferensi pers yang disiarkan Kompas TV pada Senin 16 Februari 2026.

Ia didampingi Roy Suryo serta Rismon Sianipar yang juga menjadi tersangka dalam kasus tuduhan terkait ijazah Jokowi.

Ketiganya menyatakan telah melakukan penelitian mendalam selama tiga tahun terhadap dokumen tersebut dan merangkumnya dalam buku berjudul Jokowi White Paper.

Dokter Tifa menjelaskan bahwa analisis dilakukan sesuai keahlian masing-masing dengan Roy Suryo dari aspek telematika Rismon Sianipar dari digital forensik serta dirinya dari sudut pandang neuroscience behavior atau perilaku berbasis neurosains.

Konferensi pers tersebut digelar dua hari menjelang Ramadan sehingga tim sengaja menyampaikan sejumlah detail baru yang selama ini disimpan.

Menurut Dokter Tifa detail-detail tersebut baru diungkap setelah spesimen terakhir muncul untuk melengkapi kajian mereka.

Spesimen pertama yang diklaim sebagai ijazah resmi Jokowi muncul pada 20 Oktober 2022 melalui fotokopi ukuran A3 yang dirilis Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada saat itu.

Ia menegaskan ukuran A3 memang sesuai format ijazah asli sarjana UGM namun hal itu tidak serta merta membuktikan bahwa fotokopi tersebut berasal dari dokumen asli.

Dokter Tifa mengaku tercengang dengan detail pada fotokopi tersebut karena sebagai peneliti perilaku epidemiologi dan neuroscience behavior ia menemukan dua ciri utama yaitu adanya lipatan pada dokumen serta noktah atau bleberan tinta pada logo UGM.

Awalnya ia menduga noktah itu bagian dari elemen gambar seperti tanaman kopi atau teh namun kemudian menyimpulkan sebagai efek bleber tinta akibat faktor usia.

Hipotesis tersebut diperkuat setelah dibandingkan dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 milik almarhum Bambang Rudi Harto yang menunjukkan tinta logo memudar dan melebar setelah sekitar empat puluh tahun.

Spesimen kedua muncul pada 1 April 2025 yang disebut dirilis oleh kader PSI bernama Dian Sandi Utama.

Dokter Tifa mengklaim versi ini tidak menunjukkan lipatan maupun bleberan tinta pada logo serta terdapat ciri hasil cetak printer dengan tinta meleber yang berbeda dari efek penuaan alami.

Spesimen ketiga muncul pada 22 Mei 2025 saat presentasi Bareskrim dengan kemiripan lipatan dan bleberan tinta seperti versi 2022.

Ia mempertanyakan mengapa yang ditampilkan hanya fotokopi bukan dokumen asli meskipun disebut telah disita serta dokumen mana yang sebenarnya diuji laboratorium forensik.

Pada gelar perkara khusus tanggal 15 Desember 2025 timnya diperlihatkan dokumen yang diklaim sebagai ijazah asli Jokowi yang disita Polda Metro Jaya.

Dokter Tifa menyatakan hanya diberi waktu lima menit untuk melihat tanpa boleh memotret atau menyentuh dokumen tersebut.

Menurut keterangan dari pengacara Eggi Sudjana yaitu Eli Danetti dokumen itu memiliki watermark serta embos yang berbeda dari versi sebelumnya termasuk yang digunakan pada pencalonan KPU tahun 2014 dan 2019.

Ia membandingkan dengan ijazah asli Bambang Rudi Harto yang memiliki watermark rapi serta embos cap ceklok sehingga jejak tersebut tetap terlihat meskipun difotokopi berulang kali.

Berdasarkan perbandingan tersebut Dokter Tifa menyimpulkan setidaknya terdapat enam versi dokumen yang diklaim sebagai ijazah Jokowi.

Tim masih menunggu dua spesimen tambahan dari KPU Surakarta tahun 2005 serta 2010 dan KPU Jakarta tahun 2012 untuk melengkapi kajian.

Dari perspektif neuroscience behavior ia menyebut fenomena tersebut sebagai ilusi transparansi di mana sesuatu tampak terbuka namun publik diminta menerima semua versi sebagai dokumen asli.

Dokter Tifa menegaskan jika ada enam versi berbeda maka secara logika tidak mungkin semuanya sama dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved