
Repelita Jakarta - Sebuah siaran langsung di platform TikTok memicu gelombang kemarahan publik setelah pria dalam video tersebut diduga melontarkan pernyataan menghina Aceh dengan menyebut kata “hama” secara berulang.
Potongan rekaman yang menyebar cepat di berbagai media sosial memperlihatkan pria itu mengakhiri siaran langsungnya dengan ucapan kontroversial yang dinilai melecehkan daerah Serambi Mekkah.
Setiap unggahan ulang dari cuplikan video itu langsung dibanjiri komentar penuh emosi dari netizen yang mengaku geram dan tersinggung, terutama mereka yang berasal dari Aceh.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah sejumlah warganet menduga dari logat bicaranya bahwa pria tersebut justru berasal dari Aceh sendiri.
Dugaan itu dinilai semakin memperburuk keadaan karena dianggap sebagai bentuk penghinaan dari orang dalam terhadap daerah dan masyarakatnya sendiri.
Sejumlah komentar di linimasa bahkan mendesak aparat kepolisian untuk segera turun tangan dan menindak pria tersebut karena dinilai telah menebar provokasi yang berpotensi memecah belah kerukunan.
Di tengah hiruk pikuk kecaman, sebagian warganet lain memilih bersikap lebih hati-hati dengan menunggu klarifikasi resmi dari sosok dalam video untuk menjelaskan maksud sesungguhnya di balik ucapan kontroversial tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pria tersebut maupun motif di balik pernyataannya yang menyinggung banyak pihak.
Publik masih terus memantau perkembangan kasus ini sambil berharap ada kejelasan yang dapat meredakan kegaduhan yang terus bergulir deras di berbagai platform media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

