Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

7 Nama Kuat Bursa KSAD: Antara Hak Prerogatif Presiden dan Estafet Komando AD

Awal Mula Pertemuan KSAD Maruli dan Putri Luhut, Dikenal sebagai Atlet Judo

Repelita Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat mulai mengemuka seiring perjalanan tugas Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat yang telah mencapai lebih dari dua tahun.

Presiden selaku Panglima Tertinggi memegang hak prerogatif penuh dalam menentukan waktu rotasi dan sosok pengganti untuk posisi strategis tersebut.

Terdapat setidaknya 27 perwira tinggi bintang tiga yang secara potensial dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi ini.

Analisis kandidat mengerucut pada tiga klaster utama berdasarkan latar belakang penugasan dan pengalaman organisasi masing-masing perwira.

Klaster pertama terdiri dari perwira yang bertugas di lingkungan Kementerian dan Lembaga negara di luar struktur langsung militer.

Di kelompok ini, nama Letnan Jenderal Suharyanto dan Letnan Jenderal Mochammad Hasan merupakan yang paling senior berdasarkan tahun kelulusan.

Namun, munculnya perwira muda dari lulusan tahun 1993 hingga 1995 yang telah mencapai pangkat bintang tiga membuat peluang mereka dinilai semakin mengecil.

Figur seperti Letnan Jenderal Tri Budi Utomo dan Letnan Jenderal Rafael Granada Baay menunjukkan potensi adanya lompatan generasi dalam kepemimpinan militer.

Klaster kedua mencakup perwira tinggi yang menduduki posisi di Markas Besar TNI pusat.

Letnan Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon sering disebut sebagai kandidat kuat berkat posisinya sebagai Kepala Staf Umum TNI yang sangat strategis.

Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo dan Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi mewakili kandidat dengan pengalaman operasional di wilayah pertahanan krusial.

Bambang Trisnohadi khususnya dianggap sebagai sosok intelektual militer dengan prestasi sebagai peraih Adhi Makayasa.

Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo juga masuk dalam pertimbangan jika latar belakang intelijen menjadi prioritas dalam seleksi.

Klaster ketiga berisi perwira yang bertugas di lingkungan internal Markas Besar Angkatan Darat.

Wakil KSAD Letnan Jenderal Muhammad Saleh Mustafa secara administratif berada di posisi paling depan untuk proses suksesi.

Jabatan operasional seperti Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat kerap menjadi batu loncatan penting menuju pucuk pimpinan.

Letnan Jenderal Mohammad Fadjar yang kini memegang posisi tersebut memiliki peluang mengikuti jejak para pendahulunya.

Letnan Jenderal Iwan Setiawan juga diperhitungkan karena memiliki hubungan historis dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sementara Letnan Jenderal Djon Afriandi, meskipun paling muda, dianggap sebagai kuda hitam dalam bursa kali ini.

Proses seleksi tidak hanya akan mempertimbangkan faktor senioritas atau kedekatan personal semata.

Presiden akan menilai rekam jejak, pengalaman teritorial, dan kemampuan adaptasi kandidat terhadap modernisasi alutsista.

Tujuh nama yang paling menonjol dalam bursa ini adalah Jenderal Tandyo Budi Revita yang saat ini menjabat Wakil Panglima TNI.

Kemudian Letnan Jenderal Richard Tampubolon, Letnan Jenderal Muhammad Saleh Mustafa, dan Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi.

Selanjutnya Letnan Jenderal Mohammad Fadjar, Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo, serta Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo.

Siapapun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam memimpin Angkatan Darat.

Tugas utama termasuk menjaga soliditas internal, meningkatkan kesejahteraan prajurit, dan memastikan netralitas institusi dalam dinamika politik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved