
Repelita Jakarta - Sebuah momen emosional di acara pernikahan tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang fotografer profesional mengalami perlakuan kasar dari keluarga pengantin.
Fotografer bernama Sofyan Oktafiianto yang bertugas mendokumentasikan momen penting di pelaminan tiba-tiba diusir secara langsung saat sedang menjalankan tugasnya.
Kejadian bermula ketika Sofyan baru mengambil sekitar sepuluh jepretan foto keluarga dan tamu yang naik ke pelaminan.
Seorang kakek dari pihak pengantin pria mendekat dengan tegas meminta sesi foto segera dihentikan karena acara dianggap sedang sibuk.
Sofyan awalnya tetap melanjutkan pekerjaan karena rombongan tamu lain sudah bersiap di pelaminan.
Teguran kedua datang dengan nada lebih keras di mana kakek itu memohon agar itu menjadi yang terakhir sebelum berhenti total.
Sofyan akhirnya mengalah dan menjawab singkat bahwa ia akan berhenti sambil bersiap mengemasi peralatan.
Di tengah niat pulang ia melihat tamu lain masih menunggu dan pengantin memberikan isyarat mata berkaca-kaca yang seolah memohon sesi foto dilanjutkan.
Merasa bertanggung jawab kepada klien Sofyan kembali mengangkat kamera untuk mengabadikan momen tersebut.
Namun kakek itu datang lagi dengan emosi memuncak dan mengancam agar Sofyan segera pergi karena sesi foto dianggap tidak penting.
Sofyan mencoba menjelaskan secara sopan bahwa ia sedang bekerja dan menghargai tamu yang sudah berada di pelaminan.
Penjelasan itu tidak didengar hingga tekanan berulang memicu emosi Sofyan yang sempat membalas dengan nada tinggi karena merasa tidak dihargai.
Ia langsung mengemasi alatnya dengan mata berkaca-kaca menahan sesak akibat perlakuan yang membuatnya terpukul.
Saat hendak meninggalkan lokasi beberapa ibu-ibu dan anak muda dari pihak mempelai wanita menghampirinya.
Mereka menahan Sofyan meminta maaf atas kejadian menepuk punggungnya sebagai bentuk empati serta menawarkan makanan dan minuman agar ia tetap tinggal.
Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian menyebar luas dan menyentuh hati banyak warganet.
Belakangan diketahui kemarahan sang kakek dipicu keterbatasan waktu karena pengantin harus segera berangkat ke Palu untuk menjalani prosesi adat Maparola.
Sekitar tiga puluh menit setelah insiden pengantin menemui Sofyan dengan penuh penyesalan meminta maaf secara langsung dan memohon agar sesi foto dilanjutkan.
Meski hatinya sudah terlanjur hancur Sofyan memilih tetap melanjutkan tugas demi menjaga profesionalisme.
Video viral itu memicu simpati besar terhadap Sofyan yang dinilai sebagai pekerja profesional penuh tanggung jawab namun mendapat perlakuan tidak adil.
Insiden ini juga membuka diskusi luas mengenai pentingnya menghargai profesi fotografer pernikahan yang bertugas mengabadikan momen berharga seumur hidup.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

