.webp)
Repelita Washington DC - Dokumen Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah foto yang memperlihatkan penjahat seksual itu bersama pengusaha asal Uni Emirat Arab Sultan Ahmed bin Sulayem beredar luas.
Foto yang berasal dari dokumen rilisan Departemen Kehakiman Amerika Serikat itu menunjukkan keduanya tengah menatap sebuah benda di lantai.
Benda tersebut diduga kuat merupakan kain penutup Ka'bah, Kiswah.
Dalam gambar itu, Epstein dan Ahmed bin Sulayem tampak berdiri berdampingan di bawah sebuah tangga.
Keduanya terlihat menunduk menatap kain hitam yang terbentang di lantai.
Melansir laporan Middle East Eye pada Rabu, 11 Februari 2026, gambar tersebut dikirim sebagai lampiran email pada 8 Mei 2014.
Email itu dikirim dari alamat yang disamarkan kepada Epstein dan satu alamat lain yang juga disamarkan.
Dalam isi email, pengirim menuliskan kalimat: “Hati-hati dengan apa yang kamu kira sebagai dompet raksasa di celana seseorang.”
Kalimat itu diduga merupakan lelucon bernuansa cabul meski belum dapat dipastikan kaitannya dengan foto kain Kiswah.
Tak hanya foto, seorang pria bernama Ahmadi yang dilaporkan berkewarganegaraan Arab Saudi juga menjelaskan makna kain tersebut kepada Epstein melalui email.
“Potongan kain hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai mazhab Sunni, Syiah, dan lainnya. Mereka mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu masing-masing berusaha semaksimal mungkin untuk menyentuhnya, sambil menitipkan doa, harapan, air mata, dan cita-cita mereka pada kain ini, dengan harapan semua doa mereka dikabulkan,” demikian bunyi email itu.
Kiswah diketahui diganti setiap tahun pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.
Kiswah lama kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan diperlakukan sebagai artefak berharga.
Sebagian potongannya dipamerkan di museum-museum berbagai negara, sementara sebagian lainnya diberikan kepada individu atau lembaga tertentu oleh pemerintah Arab Saudi.
Lokasi pengambilan foto Epstein bersama Ahmed bin Sulayem pada 2014 itu hingga kini belum diketahui pasti.
Mengingat makna religius Kiswah yang sangat mendalam, menempatkannya di lantai dinilai sebagai tindakan tidak menghormati kesucian.
Middle East Eye dilaporkan telah menghubungi otoritas Arab Saudi yang mengawasi Masjidil Haram untuk meminta tanggapan atas foto viral tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons yang diterima dari pihak otoritas Arab Saudi.
DP World, perusahaan tempat Ahmed bin Sulayem menjabat sebagai direktur utama, juga menolak memberikan komentar.
Di sisi lain, media daring Inside the Haramain pada Senin lalu menerbitkan tulisan blog yang mempertanyakan keaslian kain dalam gambar tersebut.
Media yang menyajikan informasi seputar Masjidil Haram di Mekkah itu menyatakan bahwa berdasarkan tinjauan internal para ahli, mereka tidak meyakini gambar itu menampilkan Kiswah Ka'bah yang asli.
Sejumlah kejanggalan disebutkan mulai dari ukuran kain, bahan, bagian tepi dan pinggiran, hingga pola dan motifnya.
Inside the Haramain merupakan media independen dan tidak berafiliasi dengan pengelola Masjidil Haram maupun pemerintah Arab Saudi.
Ahmed bin Sulayem diketahui memiliki hubungan yang cukup lama dengan Epstein, bahkan bertahun-tahun setelah Epstein divonis pada 2008 atas kasus permintaan prostitusi kepada anak di bawah umur.
Sejumlah email antara keduanya berisi pembahasan pengalaman seksual serta komentar tentang perempuan dengan bahasa yang merendahkan.
“Saya sedang pergi untuk mencoba ‘sampel’ perempuan Rusia yang masih segar, 100 persen perempuan, di yacht saya,” demikian bunyi salah satu email.
Dalam email lain, Sulayem membahas tentang wanita asal Ukraina dan Moldova yang dipertemukan dengannya.
“Ngomong-ngomong, perempuan Ukraina dan Moldova itu sudah tiba. Sangat mengecewakan, yang dari Moldova tidak secantik di foto, sementara yang Ukraina sangat cantik.”
Email lain menunjukkan Epstein mengirimkan tautan layanan pendamping di Italia kepada Sulayem yang kemudian dibalas dengan satu kata: “Wow.”
Dalam email terpisah, Sulayem melontarkan lelucon yang menghina jamaah Muslim dengan mengaitkannya dengan terorisme.
“Seorang teman saya pergi ke masjid di Saudi. Dengan begitu banyak teroris, jujur saja kamu tidak bisa membedakan apakah orang di sebelahmu hanya sedang menggaruk kemaluannya atau sedang memainkan tombol detonator!!!” tulisnya.
Sulayem merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Uni Emirat Arab.
Ia menjabat sebagai Direktur Utama DP World, perusahaan yang berinvestasi di sektor pelabuhan dan infrastruktur di berbagai negara sejak 2016, dan telah menjadi ketua perusahaan tersebut sejak 2007.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

