
Repelita - Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa keyakinan publik terhadap keterlibatan Riza Chalid dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Berdasarkan data yang dipaparkan pada Minggu (8/2/2026), sebanyak 75,9 persen masyarakat menyatakan percaya bahwa buronan Kejaksaan Agung tersebut terlibat dalam skandal tersebut, meningkat tajam dari angka 66,2 persen yang tercatat pada Oktober 2025.
Penambahan tersebut juga didukung oleh 11,4 persen responden yang menyatakan sangat percaya, sehingga secara akumulatif total kepercayaan publik mencapai 87,3 persen atau hampir seluruh bagian masyarakat yang mengetahui kasus ini.
Burhanuddin Muhtadi selaku Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia menjelaskan bahwa peningkatan persentase ini mencerminkan ekspektasi besar masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Tingkat kesadaran publik mengenai status hukum Riza Chalid juga mengalami kenaikan signifikan dari 39,4 persen pada Oktober 2025 menjadi 44,5 persen pada Januari 2026, menunjukkan bahwa kasus ini semakin banyak diperbincangkan.
Di sisi lain, kelompok masyarakat yang meragukan keterlibatannya terus menyusut menjadi hanya 7,6 persen yang menyatakan kurang percaya dan 0,7 persen yang menyatakan tidak percaya sama sekali.
Survei yang dilakukan pada kurun waktu 15 hingga 21 Januari 2026 ini melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun dengan metode wawancara tatap muka langsung.
Tingkat kepercayaan survei ini berada pada kisaran 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen, memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai persepsi publik terkini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

