
Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis yang terus dipuji pemerintah sebagai langkah besar untuk generasi unggul kembali mendapat pukulan telak setelah video viral dari Kabupaten Rembang Jawa Tengah memperlihatkan menu makanan yang kondisinya mengkhawatirkan.
Rekaman yang menyebar cepat menunjukkan potongan ayam goreng dalam sajian MBG masih menyertakan tembolok ayam yang belum dibersihkan dengan benar.
Di dalam tembolok tersebut masih terlihat jelas sisa pakan ayam yang menempel sehingga memunculkan tanda tanya besar soal kebersihan dan kelayakan konsumsi.
Warganet langsung bereaksi keras mempertanyakan bagaimana makanan yang ditujukan untuk anak-anak bisa sampai lolos dengan kualitas seburuk itu di program nasional bergengsi.
Pegiat media sosial Maria A. Alkaf menjadi salah satu suara paling keras melalui cuitannya di X pada 8 Februari 2026 yang langsung memancing perhatian luas.
“Hiy! Bayangin, mau makan MBG, eh tembolok ayamnya masih nempel,” tulis Maria A. Alkaf dalam unggahannya yang cepat menjadi sorotan netizen.
Maria A. Alkaf mengecam bahwa pelaksanaan di lapangan bertolak belakang total dengan narasi pejabat yang selama ini mengklaim program ini sebagai solusi gizi terbaik bangsa.
Ia menegaskan bahwa makanan untuk anak sekolah wajib memenuhi standar keamanan pangan paling tinggi tanpa ada toleransi atas kekurangan sekecil apa pun.
Menurutnya semua pujian dari pejabat menjadi tidak berarti ketika fakta di lapangan justru menimbulkan ancaman kesehatan bagi anak-anak yang menjadi sasaran utama.
Netizen ramai mempertanyakan mekanisme pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku proses pengolahan hingga distribusi makanan dalam program ini.
Banyak yang khawatir kondisi seperti itu berpotensi membahayakan kesehatan generasi muda yang seharusnya dilindungi melalui inisiatif bergizi nasional.
Sementara itu Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa kesuksesan MBG sangat bergantung pada dukungan organisasi kemasyarakatan terutama Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Zulkifli Hasan menyatakan program itu tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan kedua organisasi besar tersebut saat berbicara di pembukaan Mukhtamar IPM di Makassar.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan nasional hanya mungkin tercapai dengan sumber daya manusia yang sehat dan unggul yang didukung asupan gizi berkualitas secara rutin.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kemajuan negara bergantung pada generasi unggul yang tercipta melalui pola makan bergizi setiap hari.
Tahun ini program Makan Bergizi Gratis ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

