Repelita - Fenomena meningkatnya dukungan dari berbagai partai politik terhadap pencalonan Prabowo Subianto untuk periode kedua menarik perhatian pengamat politik, Adi Prayitno, yang menilai langkah tersebut didasari oleh kalkulasi politik yang rasional.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal YouTube pada Minggu (8/2/2026), Adi mencatat bahwa Partai Amanat Nasional secara terbuka telah mengusulkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo dengan alasan loyalitas dan dukungan yang konsisten sejak tahun 2014.
“Ketika hampir semua partai politik memberikan dukungan kepada Prabowo, publik kemudian bertanya: siapa calon wakil presiden yang paling potensial?” ujar Adi Prayitno.
Ia menambahkan bahwa di sekitar lingkungan kekuasaan saat ini terdapat sejumlah ketua umum partai yang telah terlibat dalam pemerintahan, seperti Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, dan Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga kerap disebut-sebut dalam bursa calon wakil presiden.
Bahkan mantan Presiden Joko Widodo turut memberikan opsi untuk melanjutkan duet Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka, sehingga peta politik menjadi semakin dinamis dan penuh dengan berbagai kemungkinan.
“Setiap partai tentu sah-sah saja menyodorkan kader terbaiknya,” jelas Adi lebih lanjut.
Menurut analisanya, berbagai manuver politik tersebut merupakan bagian dari perhitungan yang wajar mengingat tingkat elektabilitas dan peluang kemenangan Prabowo Subianto dinilai jauh lebih kuat dibandingkan dengan figur calon presiden lain yang mungkin muncul.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

