Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Sujiwo Tejo Soroti Polemik Alumni LPDP: Pembekalan Kebangsaan Seminggu Tak Cukup, Negara Harus Hadir Rawat Talenta Anak Bangsa

 Sujiwo Tejo, Budayawan (Tangkap layar YouTube tvOneNews)

Repelita Jakarta - Budayawan Sujiwo Tejo menyampaikan pandangannya terkait polemik alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang kembali mencuat setelah pernyataan seorang alumni yang menyatakan kebanggaan anaknya menjadi warga negara asing menjadi viral di masyarakat.

Ia mengungkapkan rasa heran atas tingginya ekspektasi negara terhadap para penerima beasiswa sementara proses pembekalan nilai kebangsaan yang diberikan dinilai sangat terbatas dan tidak memadai.

Sujiwo Tejo menekankan bahwa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan merupakan terobosan penting negara dalam mendanai pendidikan tinggi generasi muda di luar negeri.

Menurutnya gagasan tersebut lahir pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dengan peran besar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu penggagas utama.

Meskipun mendapat berbagai kritik ia mengajak masyarakat untuk tetap menghargai nilai besar dari inisiatif tersebut meski ada kekurangan yang perlu diperbaiki.

Sujiwo Tejo menyoroti bahwa pembekalan selama satu minggu sebelum keberangkatan dinilai tidak cukup untuk menanamkan rasa kebangsaan yang kuat pada para penerima beasiswa.

Ia membandingkan dengan negara lain yang memberikan pembekalan jauh lebih panjang dan terstruktur secara strategis kepada warganya sebelum menempuh pendidikan di luar negeri.

Dalam pandangannya persoalan kewarganegaraan serta pilihan berkarir di luar negeri tidak dapat dipisahkan dari dinamika globalisasi yang mendominasi berbagai aspek kehidupan.

Sujiwo Tejo mempertanyakan makna nasionalisme di era ketika standar ekonomi pendidikan dan industri internasional semakin kuat pengaruhnya.

Ia menganalogikan kesetiaan terhadap negara dengan kisah Adipati Karna dalam pewayangan yang tetap membela negaranya meskipun menyadari posisi yang salah.

Namun ia menegaskan bahwa negara juga harus memberikan perawatan penghargaan dan kesetiaan yang setimpal kepada warganya setelah kembali ke tanah air.

Lebih lanjut Sujiwo Tejo mempertanyakan kesiapan negara dalam menyediakan lapangan kerja yang layak serta penghargaan yang proporsional bagi lulusan berprestasi.

Menurutnya apabila negara menuntut loyalitas penuh maka negara wajib hadir secara nyata dalam merawat talenta budaya serta potensi anak bangsa.

Di tengah perdebatan mengenai kewajiban kontribusi alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ia mengajak masyarakat melihat isu ini secara lebih komprehensif.

Bagi Sujiwo Tejo persoalan ini bukan hanya tentang perpindahan kewarganegaraan melainkan tentang bagaimana negara membangun sistem yang membuat warganya merasa dihargai sehingga ingin memberikan kontribusi secara sukarela.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved