Repelita Jakarta - Amien Rais mengkritik keras kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan kelompok oligarki yang menurutnya merupakan kelanjutan dari pola hubungan penguasa dan pengusaha besar pada era sebelumnya.
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut menilai relasi antara kekuasaan dengan para pemilik modal besar atau yang disebutnya sebagai mafia oligarki telah menjadi warisan dari pemerintahan Joko Widodo dan kini tampak lebih terbuka pada masa pemerintahan Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu 25 Februari 2026.
Menurut Amien pada masa Joko Widodo kedekatan dengan kelompok oligarki dilakukan dengan lebih hati-hati dan terselubung sedangkan pada era Prabowo pola tersebut terlihat lebih berani serta terang-terangan.
“Prabowo sebaliknya tampak lebih berani dan lebih terang-terangan” ujarnya dalam video yang diunggah.
Salah satu contoh yang disorot adalah kasus pembangunan pagar laut di perairan Tangerang yang dikaitkan dengan Sugianto Kusuma atau Aguan dari Agung Sedayu Group.
Amien menilai kasus tersebut memicu kemarahan masyarakat karena berdampak pada mata pencaharian nelayan serta menyentuh isu kedaulatan wilayah negara.
Ia mempertanyakan langkah Presiden yang mengundang Aguan ke Istana untuk dimintai keterangan sementara belum terlihat tindakan tegas terhadap aktor utama dalam permasalahan tersebut.
Amien juga menyoroti pertemuan di Hambalang yang melibatkan Presiden dengan sejumlah pengusaha besar termasuk Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Anthony Salim dari Salim Group Franky Wijaya dari Sinar Mas serta Boy Thohir dari Adaro Energy.
Pertemuan tersebut menurutnya menciptakan kesan kuat bahwa kelompok oligarki kini memiliki posisi setara dengan Presiden.
“Dengan mengundang Aguan CS ke Hambalang menurut saya muncul kesan bahwa kelompok mafia oligarki itu kini telah duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan Presiden Prabowo Subianto” katanya.
Amien mengingatkan bahwa kedekatan berlebihan antara presiden dan pemilik modal besar berpotensi melemahkan kedaulatan negara serta membuka peluang kompromi dalam kebijakan politik dan ekonomi.
Berdasarkan pengamatannya sejak era Orde Baru hingga sekarang ia menekankan pentingnya menjaga jarak antara penguasa dan kelompok modal untuk menghindari pengaruh yang merugikan kepentingan publik.
“Resepnya sebenarnya sederhana jangan terlalu sering bertemu dengan kaum mafia dan jangan pernah percaya kepada mereka” tegas Amien.
Meskipun menyampaikan kritik tajam ia tetap menyatakan optimisme bahwa Presiden Prabowo Subianto mampu mengambil pelajaran berharga serta menjaga independensi kekuasaan demi kepentingan rakyat luas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

