Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Spesialis Forensik Brian Burnett Tuntut Polisi Seattle Buka Kembali Kasus: Kurt Cobain Dibunuh, Bukan Bunuh Diri?

 Ahli Forensik Ungkap Dugaan Baru Kematian Kurt Cobain, Ternyata Dibunuh?

Repelita Seattle - Tiga dekade telah berlalu sejak legenda grunge Kurt Cobain meninggal dunia pada 1994.

Namun misteri di balik kematian pentolan Nirvana itu kembali memanas dan mengguncang dunia internasional di awal tahun 2026.

Seorang spesialis forensik ternama Brian Burnett secara resmi menuntut Seattle Police Department membuka kembali penyelidikan kasus kematian Cobain.

Langkah itu diambil setelah Burnett bersama tim forensik independen menemukan bukti baru yang mengejutkan.

Mereka menduga kuat Cobain tewas dibunuh, bukan bunuh diri sebagaimana kesimpulan resmi yang bertahan selama 32 tahun.

Laporan dari Euro News pada Rabu, 11 Februari 2026, mengungkap temuan janggal yang selama ini luput dari perhatian serius penyidik.

Burnett bahkan tidak ragu menyebut bahwa tempat kejadian perkara sengaja direkayasa agar tampak seperti aksi bunuh diri.

“Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu mengenai hal ini,” ungkap Burnett kepada Daily Mail pada Kamis, 12 Februari 2026.

Pernyataan itu diperkuat Michelle Wilkins, anggota tim forensik Burnett yang mengkaji ulang hasil otopsi asli Cobain.

Wilkins menyajikan sepuluh poin bukti yang bertolak belakang dengan pernyataan resmi Seattle Police Department.

Tim forensik menyodorkan skenario bahwa Cobain dihadang satu atau lebih penyerang sebelum kematiannya.

Pelaku diduga memaksa Cobain mengonsumsi heroin dosis tinggi hingga lumpuh sebelum menembak kepalanya.

Senjata yang digunakan adalah senapan laras ganda shotgun Remington Model 11 kaliber 20.

Pelaku kemudian dituduh meletakkan senjata di lengan Cobain dan meninggalkan catatan wasiat palsu.

“Ada hal-hal dalam otopsi yang menunjukkan orang ini tidak mati dengan cepat karena ledakan tembakan,” ungkap Michelle Wilkins.

Wilkins juga menyebut bahwa Cobain kemungkinan besar meninggal karena overdosis terlebih dahulu.

“Nekrosis otak dan hati terjadi karena overdosis. Itu tidak terjadi pada kematian akibat senapan,” lanjutnya.

Kejanggalan lain ditemukan pada kondisi tempat kejadian perkara yang dinilai terlalu rapi.

Tim forensik mencatat lengan baju Cobain dalam posisi tergulung rapi, tidak seperti biasanya saat seseorang bunuh diri.

Kotak peralatan heroin dengan jarum suntik ditemukan beberapa meter dari jasad Cobain.

Yang lebih janggal, kotak itu berada dalam kondisi tertutup sempurna dan rapi.

“Kita seharusnya percaya dia menutup jarum suntik dan mengembalikan semuanya ke keadaan semula setelah menembak tiga kali, karena itulah yang dilakukan seseorang saat mereka bernafas,” kata Wilkins.

“Bunuh diri itu biasanya berantakan, sementara adegan ini sangatlah bersih,” ungkapnya.

Meski desakan dari pakar forensik semakin menguat, otoritas resmi Seattle masih menutup pintu investigasi ulang.

King County Medical Examiner's Office menyatakan belum melihat adanya bukti baru yang cukup kuat.

“Kantor kami selalu terbuka untuk meninjau kembali kesimpulannya jika ada bukti baru yang terungkap, namun hingga saat ini kami belum melihat apa pun yang memerlukan pembukaan kembali kasus ini dan keputusan kematian kami sebelumnya,” ungkap pihak kantor medis.

Juru bicara Seattle Police Department juga menegaskan penyelidikan ini tidak akan dibuka kembali.

“Detektif kami menyimpulkan bahwa dia meninggal karena bunuh diri, dan ini terus dipegang oleh departemen ini,” tutup pihak kepolisian kepada Daily Mail.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved