
Repelita NTT - Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyebut kasus siswa SD bunuh diri di Ngada sebagai kegagalan sistem di Pemda.
Laka Lena menyampaikan bahwa kematian siswa SD di Ngada ini menjadi kegagalan sistem yang terjadi di Pemda.
Laka Lena menyampaikan hal tersebut, seperti dikutip dari ANTARA pada Rabu, 4 Februari 2026.
Terlebih setelah pihak kepolisian menduga bahwa kematian siswa SD ini lantaran orang tua tidak mampu memberi buku dan pena sebagai kebutuhan sekolah.
Laka Lena menegaskan bahwa Pemda telah gagal mendeteksi kesulitan yang dialami oleh korban hingga terlambat untuk memberi bantuan.
Kejadian ini, menurut Laka Lena, menjadi tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT.
Ia mengungkapkan bahwa apa pun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan dan bagi semua yang sudah dikerjakan.
Laka Lena pun menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi kasus terakhir dan tak akan lagi terulang di provinsi NTT.
Diketahui sebelumnya, seorang siswa SD berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkeh.
Sebelum meninggal, siswa SD tersebut diketahui sempat meminta dibelikan buku dan pena kepada ibunya untuk keperluan sekolah.
Namun, karena tidak ada uang, ibunya tidak bisa mengabulkan permintaan tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

