
Repelita Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia, Moeldoko, memberikan tanggapan terkait penghentian insentif mobil listrik oleh pemerintah pada akhir tahun 2025.
Moeldoko menyatakan bahwa meskipun penghentian insentif akan menyebabkan harga mobil listrik melonjak, industri telah memahami konsekuensi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dampak dari kebijakan ini akan lebih dirasakan oleh konsumen, karena mereka tidak lagi dapat menikmati mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau.
Moeldoko mengungkapkan bahwa dunia industri sudah memahami hal ini karena sejak awal regulasi dibuat, insentif hanya diberikan selama dua tahun.
Oleh karena itu, industri yang ingin mengembangkan mobil listrik di Indonesia sudah mengetahui batasan tersebut.
Moeldoko menambahkan bahwa masyarakat Indonesia yang sudah pernah merasakan manfaat insentif ini pasti akan sedikit terkejut dengan adanya perubahan atau pencabutan insentif ini.
Namun, ia tetap yakin bahwa masyarakat akan melihat manfaat yang jauh lebih besar dari insentif itu sendiri.
Moeldoko menegaskan bahwa tanpa insentif pun, harga mobil listrik nantinya akan jauh lebih murah dibandingkan mobil konvensional.
Faktor utama yang mendukung hal ini adalah perkembangan teknologi baterai yang semakin pesat, sehingga harganya akan semakin kompetitif.
Selain itu, komponen mobil listrik juga lebih sederhana, hanya terdiri dari baterai, motor, dan controller.
Moeldoko menjelaskan bahwa saat ini, harga baterai masih menjadi komponen termahal dalam mobil listrik, tetapi ia meyakini bahwa ke depannya hal tersebut tidak akan terjadi lagi, dan harga mobil listrik akan semakin murah.
Moeldoko juga menekankan bahwa harga mobil listrik akan semakin murah dengan sendirinya karena persaingan merek di industri ini sangat kompetitif, dan para pabrikan berlomba-lomba memberikan harga terbaik.
Ia mencontohkan bahwa harga mobil listrik bisa langsung turun lagi dalam tiga bulan setelah pembelian, yang menunjukkan betapa luar biasanya kompetisi di industri ini.
Selain itu, menurut Moeldoko, mobil listrik memiliki lebih banyak varian dan model dibandingkan mobil konvensional, sehingga pabrikan mobil listrik benar-benar berusaha untuk memahami kebutuhan konsumen.
Dengan alasan-alasan tersebut, Moeldoko percaya bahwa kebijakan insentif tidak akan terlalu berpengaruh.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

