
Repelita Moskow - Pemerintah Rusia secara resmi memblokir aplikasi perpesanan WhatsApp yang dikembangkan oleh Meta dengan alasan aplikasi tersebut tidak mematuhi regulasi setempat.
Keputusan ini diambil setelah platform asal Amerika Serikat itu dianggap gagal memenuhi kewajiban berbagi informasi terkait kasus penipuan dan terorisme dengan pihak berwenang Rusia .
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa pemblokiran WhatsApp merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan Meta terhadap hukum Rusia.
"Karena keengganan Meta untuk mematuhi hukum Rusia keputusan pemblokiran telah dibuat dan diterapkan," ujarnya seperti dikutip oleh Reuters .
Selain itu pengadilan Rusia juga telah beberapa kali menjatuhkan denda kepada WhatsApp atas kegagalannya menghapus konten ilegal sesuai peraturan yang berlaku .
Meta sendiri tidak memiliki kantor perwakilan resmi di Rusia selama layanan WhatsApp beroperasi di negara tersebut.
Pemerintah Rusia menyarankan warganya untuk beralih menggunakan aplikasi pesan instan lokal yang direkomendasikan yaitu MAX .
Peskov mengungkapkan bahwa MAX adalah alternatif yang mudah diakses aplikasi pesan nasional yang sedang berkembang dan tersedia secara luas bagi warga sebagai pengganti WhatsApp .
Sejak pemblokiran tersebut diberlakukan pada bulan Desember banyak warga Rusia dilaporkan hanya dapat mengakses WhatsApp melalui jaringan pribadi virtual atau VPN menurut laporan Reuters .
WhatsApp sendiri menanggapi pemblokiran ini dengan menyatakan bahwa tindakan Rusia bertujuan mendorong pengguna ke aplikasi pengawasan milik negara .
Perusahaan menekankan upaya pemerintah untuk mengisolasi lebih dari 100 juta penggunanya di Rusia dari komunikasi pribadi dan aman .
Langkah Rusia memblokir WhatsApp mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung antara pemerintah dan perusahaan teknologi asing terkait regulasi dan kontrol informasi .
Pemblokiran ini juga mendorong percepatan penggunaan aplikasi pesan lokal sebagai bagian dari upaya kedaulatan digital Rusia .
Sejak 2022 Meta telah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis oleh pengadilan Rusia sementara Facebook dan Instagram diblokir sepenuhnya .
WhatsApp sempat masih bisa diakses meski dengan gangguan tetapi pengguna harus mengandalkan VPN untuk mengatasinya .
Kini domain terkait WhatsApp telah dihapus dari daftar nama domain nasional Rusia dan alamat IP aplikasi tersebut tidak lagi diterima oleh perangkat di negara itu tanpa bantuan VPN .
Para pengamat melihat ini sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk memperketat kendali atas ruang digital di tengah konflik geopolitik yang sedang berlangsung .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

