Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Rencana Umrah Wajib Berangkat dari Asrama Haji Dikritik: Malah Mau Dibikin Ribet?

 

Repelita Jakarta - Rencana pemerintah untuk mewajibkan jemaah umrah memulai perjalanan dari asrama haji justru menuai kritik pedas dari berbagai kalangan masyarakat.

Alih-alih mempermudah aturan baru yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah ini dinilai bakal menambah kerumitan bagi calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Pandangan itu salah satunya dilontarkan pegiat media sosial Feri Zandra melalui akun X miliknya pada Jumat 13 Februari 2026.

"Ini maksudnya apa ya?" tanyanya mempertanyakan esensi dari wacana kebijakan baru tersebut.

Menurut Feri ibadah umrah saat ini sudah berjalan dengan mudah dan lancar tanpa perlu tambahan prosedur baru.

Dia justru khawatir rencana itu akan mempersulit jemaah yang selama ini sudah terbiasa dengan pola keberangkatan yang ada.

"Pelaksanaan ibadah umrah yang mudah malah mau dibikin ribet," ujarnya mengungkapkan kekhawatiran.

Dia kemudian mempertanyakan untuk apa mengatur jamaah umrah harus berangkat dari Asrama Haji terlebih dahulu.

"Rumah saya di Tangerang Selatan kalo mau berangkat umrah mesti ke Asrama Haji dulu malah makin jauh dari bandara," tanya Feri.

"Lagipula di Asrama Haji mau ngapain Apakah ini calon proyek baru dengan tambahan biaya buat jemaah umrah," lanjutnya.

Gagasan ini pertama kali diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sebuah rapat di Jakarta pada Kamis 12 Februari 2026.

Dahnil menjelaskan saat ini penerbangan haji memang sudah terbagi rata antara maskapai Saudi dan Garuda Indonesia sesuai ketentuan Arab Saudi.

Namun situasi untuk umrah jauh berbeda karena tidak ada mandatori penggunaan maskapai tertentu.

"Tapi di umrah itu banyak saja umrah kita menggunakan penerbangan national flight negara lain. Malaysia misalnya, Saudi padahal gak ada mandatori harus menggunakan mana," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto kemudian meminta agar ekosistem ekonomi haji diperkuat salah satunya dengan lebih melibatkan maskapai nasional dalam penerbangan umrah.

Skema yang diusung adalah menjadikan Garuda Indonesia sebagai penyedia utama layanan penerbangan umrah.

Menurut Dahnil dalam rencana ini seluruh proses administrasi dan check-in akan diselesaikan jemaah di asrama haji sebelum berangkat ke bandara.

Tujuannya jelas untuk menghindari penumpukan massa di bandara dan menciptakan keberangkatan yang lebih tertib dan nyaman.

"Garuda akan menyediakan semua sarana keberangkatan. Misalnya jamaah umrah nanti check-in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji," jelas Wamenhaj.

"Jadi tidak ada penumpukan di bandara mereka ke sana langsung berangkat," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa persiapan teknis sedang digodok bersama pihak maskapai untuk mewujudkan rencana tersebut.

"Jadi prosesnya sedang kami persiapkan dengan teman-teman Garuda supaya proses itu dimudahkan sehingga jamaah lebih nyaman," tuturnya.

Namun begitu niat untuk menertibkan dan memberi kenyamanan ini rupanya belum sepenuhnya dipahami oleh publik.

Seperti kritik Feri Zandra kekhawatiran akan keribetan baru justru lebih menonjol di tengah masyarakat.

Perlu sosialisasi yang lebih gamblang agar maksud baik di balik wacana ini bisa sampai ke calon jemaah umrah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved