
Repelita Jakarta - Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global setelah rilis dokumen besar-besaran yang dikenal sebagai Epstein Files oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Jeffrey Epstein lahir dan dibesarkan di New York serta memulai kariernya sebagai pengajar matematika dan fisika di sekolah swasta ternama Dalton School pada pertengahan tahun 1970-an.
Ia kemudian beralih ke dunia keuangan dengan meniti karier sebagai pialang saham, investor, dan pengelola dana bagi kalangan elit.
Epstein dikenal sangat tertutup dan jarang tampil di depan publik meskipun memiliki jaringan luas di kalangan orang-orang berpengaruh.
Ia sempat menjalin hubungan dengan beberapa wanita terkenal termasuk mantan Miss Swedia 1980 Eva Birgitta Andersson-Dubin.
Namun identitasnya lebih banyak dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual serius yang melibatkan anak di bawah umur.
Kasus pertamanya terungkap pada tahun 2005 ketika orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan di kediaman Epstein di Palm Beach Florida.
Penyelidikan polisi menemukan banyak foto gadis-gadis muda di berbagai ruangan rumah tersebut.
Pada tahun 2008 Epstein divonis bersalah atas tuduhan meminta jasa prostitusi dari anak di bawah umur dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.
Ia hanya menjalani 13 bulan dan mendapatkan pembebasan kerja sehingga sering keluar dari penjara di siang hari.
Pada Juli 2019 Epstein ditangkap kembali oleh jaksa federal New York atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi.
Ia ditemukan tewas di dalam sel pada Agustus 2019 dan dinyatakan sebagai bunuh diri oleh pihak kepolisian.
Kekayaan Epstein diperkirakan mencapai 578 juta dolar AS atau sekitar Rp9,6 triliun ketika meninggal dunia pada 2019.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari dua klien utama yaitu Les Wexner mantan CEO Victoria's Secret dan Leon Black pendiri Apollo Global Management.
Epstein menerima ratusan juta dolar dari keduanya selama bertahun-tahun sebelum hubungan mereka berakhir.
Ia juga memiliki akses fasilitas perbankan khusus dari JPMorgan Chase yang memungkinkan penarikan tunai dalam jumlah besar selama periode panjang.
Epstein Files merupakan kumpulan dokumen investigasi setebal sekitar tiga juta halaman yang mencakup catatan perjalanan komunikasi email dan bukti lain terkait kasus perdagangan seks Epstein serta Ghislaine Maxwell.
Dokumen tersebut mulai dirilis secara bertahap setelah disahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada 18 November 2025 dan ditandatangani Presiden Donald Trump.
Rilis terbesar terjadi pada 19 Desember 2025 dengan ratusan ribu halaman yang memuat nama-nama tokoh terkenal seperti Donald Trump Bill Clinton Bill Gates dan Elon Musk.
Semua pihak yang namanya disebut membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein dan menyatakan hubungan mereka bersifat sosial atau bisnis biasa.





Editor: 91224 R-ID Elok

