
Repelita Jakarta - Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang digagas Amerika Serikat memunculkan berbagai tanggapan dan perdebatan di kalangan masyarakat.
Sebagian pihak mempertanyakan langkah tersebut mengingat Amerika Serikat kerap dikaitkan dengan berbagai intervensi militer termasuk di wilayah Palestina.
Namun pandangan berbeda disampaikan oleh Sabrang atau yang lebih dikenal dengan Noe Letto yang mendukung penuh kehadiran Indonesia di forum tersebut.
Menurut Noe keberadaan Indonesia di Board of Peace justru menjadi kesempatan strategis untuk melakukan penyeimbangan terhadap pengaruh Israel.
"Justru Indonesia harus ada di situ untuk counter balance Israel" ujar Noe.
Ia menegaskan bahwa tanpa kehadiran di forum tersebut Indonesia hanya akan memiliki keunggulan moral tanpa dampak nyata bagi kepentingan Palestina.
"Kalau kita tidak di situ kita menang secara moral tidak berani lawan Israel tapi kita kalah secara utilitarian kita tidak bisa memastikan bahwa kepentingan Palestina dibela" tambahnya.
Noe menilai Indonesia dapat berperan aktif memastikan bahwa dana keanggotaan atau kontribusi yang masuk benar-benar digunakan untuk pembangunan kembali Gaza.
"Kita tidak bisa memastikan bahwa duit itu buat membangun Gaza sehingga kita harus berani tarung" tegasnya.
Ia lebih memilih pendekatan yang memberikan manfaat konkret ketimbang hanya bertahan pada posisi moral yang tidak menghasilkan perubahan riil di lapangan.
"Saya lebih memilih Indonesia menang secara utility daripada hanya moral moral yang tidak punya fungsi buat Gaza" pungkas Noe Letto.
Editor: 91224 R-ID Elok

