Repelita Jakarta - Rencana pelantikan Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden yang sempat beredar akhirnya tidak terbukti dan batal dilaksanakan.
Hal ini menyebabkan kekecewaan di kalangan sejumlah relawan yang sebelumnya telah menyambut gembira kabar tersebut.
Informasi mengenai pelantikan itu ramai diperbincangkan setelah Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyampaikannya melalui akun Facebook pribadinya pada Senin, 9 Februari 2026.
Erizal menyebut para relawan tersebut bahkan telah mempersiapkan diri untuk memberi respons kepada pihak-pihak yang kerap mengkritik Joko Widodo.
Dalam pernyataannya di media sosial, Erizal menilai Presiden Prabowo Subianto tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh mantan presiden tersebut.
Prabowo dianggap masih sangat membutuhkan dukungan politik dari Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk menghadapi kontestasi elektoral pada masa mendatang.
Erizal memberikan analisis bahwa baik pendukung maupun pengkritik mungkin telah meremehkan strategi politik yang dijalankan oleh Prabowo Subianto.
Menurutnya, Prabowo saat ini menunjukkan karakter kepemimpinan yang berbeda dan telah melakukan berbagai pendekatan inklusif, termasuk berdialog dengan tokoh oposisi.
Prabowo juga digambarkan sebagai pemimpin yang lebih leluasa karena tidak memiliki keterikatan yang kuat dengan struktur oligarki tertentu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

