Repelita Jakarta - Analisis politik menyebutkan bahwa peluang kemenangan Presiden Prabowo Subianto pada pemilihan umum tahun 2029 dapat menipis jika masih berasosiasi erat dengan mantan Presiden Joko Widodo.
Dosen Ilmu Politik Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah, menyampaikan pandangan tersebut melalui pesan elektronik pada Senin, 9 Februari 2026.
Ia menyatakan bahwa langkah politik yang terus terikat dengan kehendak Joko Widodi berpotensi membawa hasil yang tidak menguntungkan bagi elektabilitas Prabowo.
"Saya melihat apabila mengikuti kehendak Joko Widodo, maka Prabowo pada 2029 bisa kalah telak. Apalagi jika berpasangan dengan Gibran lagi,” kata Insan.
Pernyataan itu didasari pada penilaiannya bahwa popularitas Joko Widodo telah mengalami penurunan pasca masa kepresidenannya berakhir.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah berbagai isu yang melibatkan nama mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam sejumlah kasus.
Insan mengemukakan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dinilai telah berkembang terkait dinamika politik dan ekonomi di era kepemimpinan sebelumnya.
Menurutnya, isu kemunduran demokrasi serta tekanan terhadap kelas menengah menjadi beberapa hal yang mendapat sorotan publik.
Di sisi lain, pertarungan politik tahun 2029 dipandang sangat krusial bagi Joko Widodo dan keluarganya untuk mempertahankan proyeksi dinasti politiknya.
Upaya keras dari Joko Widodo untuk menjaga pengaruh di kancah nasional diperkirakan akan terus dilakukan demi kelangsungan agenda politik tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

