
Repelita Jakarta - Muncul dugaan dari publik bahwa kondisi kesehatan mantan Presiden Joko Widodo sengaja dijadikan alasan untuk menghindari proses persidangan.
Kecurigaan tersebut mengemuka setelah ia terlihat sangat bersemangat dan penuh semangat saat berpidato dalam sebuah acara partai politik.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menyampaikan pernyataannya kepada media pada Minggu, 8 Februari 2026, mengenai perbedaan sikap yang ditampilkan Joko Widodo.
"Jokowi terlihat sehat wal afiat pada saat pidato di PSI dan sangat menggebu-gebu sekali. Seolah tidak sakit meski pada saat tertentu muncul seperti orang pesakitan," kata Muslim.
Ia mengungkapkan keheranannya mengapa mantan presiden itu selalu beralasan sakit ketika mendapat panggilan dari pengadilan untuk menghadiri sidang.
Kondisi tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan penampilannya yang penuh energi saat menghadiri kegiatan partai yang dipimpin oleh anaknya.
Muslim Arbi menyimpulkan bahwa publik mulai mempertanyakan keaslian alasan sakit yang disampaikan untuk tidak memenuhi panggilan hukum.
"Tetapi terkait kepentingan politik dinastinya dia terlihat sangat bersemangat. Ini tentunya menjadi tanda tanya di publik," ujarnya.
Pertanyaan besar muncul apakah kondisi kesehatan yang dikeluhkan merupakan cara untuk mangkir dari proses persidangan kasus dugaan pemalsuan ijazah di Solo.
"Apakah sakitnya itu bohongan biar dia bisa mangkir dari panggilan pengadilan yang sedang mengadili dugaan ijazah palsu di Solo itu?" pungkas Muslim.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

