
Repelita Jakarta - Pengamat politik dari Citra Institute Efriza menilai keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo di Partai Solidaritas Indonesia justru membawa dampak buruk bagi citra partai tersebut.
Efriza menyatakan bahwa citra publik terhadap Jokowi sudah sangat negatif akibat berbagai kasus yang melibatkan dirinya serta keluarganya sehingga PSI yang semula dikenal dengan gagasan progresif kini terancam kehilangan nilai jualnya.
Menurutnya sebelum PSI menunjukkan sikap mengkultuskan Jokowi dan berada di bawah kendali Kaesang Pangarep sang anak bungsu partai ini masih memiliki daya tarik karena ide-ide segar dan progresif yang diusungnya.
Efriza menjelaskan bahwa Jokowi memanfaatkan PSI sebagai instrumen politik untuk menjaga pengaruhnya memperoleh dukungan serta melindungi diri dan keluarganya dari persoalan hukum yang terus membayangi sekaligus memastikan kontinuitas kekuasaannya di panggung politik nasional.
Ia menambahkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Jokowi kini lebih banyak diwarnai anggapan sebagai figur yang haus kekuasaan dan berupaya memperluas dinasti politiknya melalui berbagai cara termasuk melalui partai tersebut.
Efriza memprediksi bahwa langkah tersebut akan menyulitkan PSI dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang karena publik sudah mampu membaca arah politik Jokowi yang tidak hanya mempertahankan dinasti melainkan juga berusaha memperbesarnya sehingga partai sulit mencapai parliamentary threshold.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

