
Repelita Jakarta - Pengamat politik dari Citra Institute Efriza menyoroti bahwa pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang ingin pensiun dari dunia politik setelah lengser dari jabatan presiden ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Efriza menyatakan bahwa Jokowi pernah mengaku akan menghabiskan waktu bersama cucu dan tidak lagi terlibat politik pasca kepresidenan namun kini justru terlihat aktif membajak Partai Solidaritas Indonesia.
Menurutnya publik juga memperhatikan sejumlah pernyataan Jokowi lainnya yang tidak selaras dengan tindakan nyata seperti ketika ia mengaku mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden tetapi pada akhirnya tidak memberikan dukungan saat Ganjar diusung PDIP.
Efriza menambahkan bahwa Jokowi juga pernah menyatakan komitmen memperkuat KPK padahal fakta menunjukkan ia menjadi salah satu aktor yang membuat lembaga antirasuah tersebut melemah.
Ia melanjutkan bahwa meski sering berbicara tentang penguatan demokrasi Jokowi justru dinilai sebagai pihak yang berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di Indonesia terutama pada periode kedua kepemimpinannya.
Efriza menduga upaya Jokowi mempertahankan kekuasaan dilakukan melalui anak-anaknya dengan menjadikan PSI sebagai instrumen politik di bawah kendali Kaesang Pangarep anak bungsunya.
Magister ilmu politik Universitas Nasional tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan pola yang bertentangan dengan janji awal Jokowi untuk benar-benar pensiun dari aktivitas politik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

