Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kuliah Bukan Scam, Melainkan Krisis Ekspektasi yang Harus Diperbaiki Bersama

 Krisis Ekspektasi Pendidikan: Kuliah Itu Scam?

Repelita Jakarta - Pandangan bahwa kuliah merupakan penipuan semakin sering muncul di berbagai platform media sosial terutama di kalangan generasi muda yang merasakan ketidaksesuaian antara biaya pendidikan tinggi dengan peluang kerja yang didapatkan.

Gelar sarjana kini tidak lagi dianggap sebagai jaminan mutlak terhadap pekerjaan layak sementara biaya kuliah terus meningkat di tengah realitas pasar tenaga kerja yang kompetitif dan kurang ramah bagi lulusan baru.

Kondisi tersebut membuat pendidikan tinggi kehilangan sebagian legitimasi sosialnya karena ekspektasi masyarakat terhadap manfaat langsung kuliah tidak lagi sesuai dengan kenyataan struktural yang ada.

Persoalan utama sebenarnya bukan terletak pada institusi pendidikan tinggi itu sendiri melainkan pada kesenjangan antara janji implisit mobilitas sosial dengan realitas ekonomi yang berubah.

Selama puluhan tahun kuliah dipromosikan sebagai tiket pasti menuju kehidupan lebih baik baik melalui narasi formal maupun budaya masyarakat sehingga ketika janji itu tidak terpenuhi kekecewaan pun diarahkan kepada sistem pendidikan.

Pendidikan tinggi di Indonesia masih terlalu menitikberatkan pada simbol gelar daripada pengembangan substansi berupa kemampuan berpikir kritis etika profesional serta kapasitas adaptasi terhadap perubahan.

Model pendidikan yang cenderung bersifat bank seperti yang dikritik Paulo Freire membuat mahasiswa hanya menjadi penerima pengetahuan pasif tanpa ruang cukup untuk refleksi mendalam dan penerapan praktis.

Ketika perguruan tinggi gagal membekali lulusan dengan keterampilan lintas disiplin serta kemampuan membaca dinamika sosial dan ekonomi maka lulusan akan kesulitan bersaing di dunia kerja yang terus berubah cepat.

Tidak adil pula jika kegagalan sistemik sepenuhnya dibebankan kepada mahasiswa karena negara serta penyelenggara pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan riil pasar kerja.

Tanpa kebijakan pendidikan yang terintegrasi dengan arah pembangunan nasional serta penyediaan akses magang bermakna maka kuliah berisiko menjadi mahal elitis dan kurang fungsional bagi sebagian besar masyarakat.

Menyebut kuliah sebagai penipuan sistemik merupakan penyederhanaan yang berbahaya karena pendidikan tinggi tetap memiliki nilai intrinsik dalam membentuk cara berpikir memperluas wawasan sosial serta menumbuhkan kesadaran kewargaan.

Amartya Sen menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar instrumen ekonomi melainkan sarana memperluas kemampuan manusia untuk memilih dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Nilai tersebut tidak selalu dapat dikonversi langsung menjadi pendapatan tetapi sangat menentukan kualitas demokrasi serta tingkat keadaban masyarakat secara keseluruhan.

Pada hakikatnya yang dihadapi bukanlah krisis pendidikan melainkan krisis ekspektasi terhadap apa yang seharusnya ditawarkan oleh pendidikan tinggi.

Kuliah bukanlah jaminan kesuksesan instan tetapi juga bukanlah penipuan sistemik melainkan ruang kemungkinan yang bermakna ketika semua pihak bersedia berbenah.

Negara perlu jujur menyampaikan realitas pasar kerja perguruan tinggi harus terus memperbaiki relevansi pembelajaran dan mahasiswa perlu memahami bahwa pendidikan merupakan proses pembentukan diri jangka panjang bukan produk siap pakai.

Jika ekspektasi terus dibangun di atas ilusi maka kekecewaan akan menjadi hasil paling konsisten dari sistem pendidikan tinggi kita.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved