Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kecuali PSI, Mayoritas Parpol Malas Lirik Gibran di Pilpres 2029

 Mata Ngantuk Wapres Gibran Diroasting Pandji, Tompi Berikan Penjelasan:  Bukan Bahan Lelucon - Semua Halaman - bangka.sonora.id

Repelita Jakarta - Direktur ABC Riset & Consulting Erizal mengungkap fakta mengejutkan mengenai peta dukungan partai politik terhadap wacana pencalonan kembali Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029.

Mayoritas partai politik peserta pemilu dinilai enggan melirik nama putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo tersebut karena berbagai pertimbangan strategis dan dinamika internal masing-masing partai.

"Semua partai bisa dipastikan tak akan ada yang mengusung Prabowo-Gibran dua periode seperti keinginan Jokowi, sejak tahun lalu," kata Erizal melalui keterangan resmi yang diterima pada Selasa (10/2/2026).

Partai Gerindra disebutnya sudah pasti tidak akan mengusung Gibran karena Prabowo Subianto telah menjadi figur sentral dan ikon utama partai berlambang kepala garuda tersebut tanpa perlu didampingi oleh putra presiden ketujuh.

Partai Kebangkitan Bangsa meskipun telah menyatakan dukungan terhadap Prabowo untuk dua periode namun nama Gibran sama sekali tidak disebut dalam kalkulasi politik partai berlambang bintang sembilan itu.

Partai Amanat Nasional justru lebih condong mengusung ketua umumnya sendiri Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo ketimbang mengakomodasi nama Gibran yang tidak memiliki akar sejarah di partai berlambang matahari tersebut.

Demokrat, NasDem, PKS, dan terlebih lagi PDIP dipastikan Erizal tidak akan pernah mengeluarkan nama Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat dalam kontestasi nasional mendatang.

"Bahkan, di mana ada nama Gibran, di situ PDIP menjadi pihak yang berseberangan," tegas Erizal menggambarkan polarisasi yang masih membekas pasca-Pilpres 2024.

Partai Golkar yang selama ini dikenal dekat dengan pemerintahan pun belum menunjukkan sinyal positif terhadap wacana Prabowo-Gibran dua periode meskipun ketua umumnya Bahlil Lahadalia disebut memiliki hubungan emosional dengan Jokowi.

Bahlil baru sebatas menegaskan komitmen Golkar mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas periode 2024-2029, bukan untuk periode berikutnya .

"Artinya, kendati pun Ketum Bahlil sudah banyak 'makan budinya' Jokowi, tapi soal dukungan Gibran untuk kembali mendampingi Prabowo, tak semudah itu," kata Erizal.

Keputusan strategis Golkar untuk Pilpres 2029 harus melalui mekanisme Musyawarah Kerja Nasional partai dan bukan merupakan otoritas mutlak ketua umum semata.

Dengan peta politik demikian, Erizal menyimpulkan bahwa hanya Partai Solidaritas Indonesia yang menjadi satu-satunya sandaran politik Jokowi dan Kaesang Pangarep untuk memperjuangkan keberlanjutan pengaruh politik keluarga di masa mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved