Repelita Jakarta - Nama Sri Mulyani Indrawati mantan Menteri Keuangan Indonesia kembali ramai dibicarakan setelah muncul dalam arsip Epstein yang baru saja dibuka Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Perbincangan ini dipicu oleh unggahan Instagram Story Yudo Sadewa putra Purbaya Yudhi Sadewa pada 3 Februari 2026 yang secara terbuka mempertanyakan keberadaan nama Sri Mulyani di dokumen tersebut.
Unggahan itu segera menarik perhatian warganet sehingga banyak yang langsung mencari dan membaca isi Epstein File secara mandiri.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa nama Sri Mulyani memang tercatat namun tidak ada hubungan sama sekali dengan kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Pencatatan nama tersebut murni terkait peran profesionalnya di Bank Dunia pada tahun 2014 saat menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer.
Dokumen yang dimaksud adalah publikasi resmi Bank Dunia tahun 2014 mengenai pembentukan President’s Delivery Unit sebuah unit khusus untuk memantau kinerja organisasi secara langsung dan real time.
Unit PDU dibuat untuk mendukung target besar Bank Dunia yakni mengakhiri kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 serta meningkatkan kesejahteraan di negara-negara berkembang.
Dalam publikasi itu Sri Mulyani memberikan pernyataan resmi tentang fungsi PDU dalam meningkatkan sistem pengukuran kinerja termasuk scorecard dan akselerasi komitmen IDA.
Sebagai pimpinan tinggi Bank Dunia ketika itu kehadiran namanya dalam dokumen tersebut adalah hal yang biasa dan sesuai dengan wewenang serta tugas reformasi institusi.
Masih menjadi tanda tanya besar mengapa dokumen internal Bank Dunia tersebut masuk ke dalam kumpulan Epstein File.
Hingga kini belum ada keterangan resmi yang menghubungkan Sri Mulyani secara pribadi dengan Jeffrey Epstein.
Epstein File sendiri terdiri atas sekitar tiga juta halaman dokumen yang dilepas pada 30 Januari 2026 sesuai Epstein File Transparency Act.
Arsip ini berisi berbagai korespondensi catatan dan data yang menyebut banyak tokoh dunia yang pernah berinteraksi dengan Epstein.
Nama-nama seperti Bill Gates dan Elon Musk juga tercatat dalam email Epstein periode 2013 hingga 2014 meskipun keduanya sudah membantah keras tuduhan yang muncul.
Elon Musk menyatakan komunikasinya terbatas dan selalu menolak undangan Epstein sementara tim Bill Gates menegaskan isi dokumen tidak memiliki dasar.
Kehadiran nama Sri Mulyani dalam Epstein File harus dilihat secara proporsional tanpa menarik kesimpulan berlebihan.
Sampai sekarang tidak ada bukti keterlibatan pribadi atau pelanggaran hukum dan konteksnya sepenuhnya berhubungan dengan jabatan resmi di Bank Dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

