Repelita Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan respons serius terhadap gelombang kekecewaan masyarakat atas rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang hendak mengimpor seratus lima ribu kendaraan operasional berupa pick up dari India untuk keperluan Koperasi Merah Putih.
Dasco Ahmad menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor berskala besar tersebut ditangguhkan terlebih dahulu.
Penundaan ini dianggap perlu karena Presiden Republik Indonesia saat ini sedang berada di luar negeri sehingga keputusan strategis semacam ini harus menunggu kepulangan serta arahan langsung dari kepala negara.
Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa rencana impor seratus lima ribu mobil pick up dari India sudah disampaikan pesannya kepada pemerintah untuk ditunda sementara mengingat presiden masih berada di luar negeri.
Ia menambahkan bahwa presiden akan membahas secara rinci mengenai impor tersebut setelah kembali ke tanah air.
Dasco Ahmad menegaskan bahwa presiden nantinya akan melakukan evaluasi secara mendalam termasuk mempertimbangkan tingkat kesiapan industri otomotif dalam negeri sebelum mengambil keputusan akhir.
Langkah ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa kebijakan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan nasional dan tidak merugikan sektor domestik.
Dasco Ahmad menyatakan bahwa presiden tentunya akan meminta pendapat serta menghitung kesiapan perusahaan dalam negeri sehingga pesan penundaan sudah disampaikan.
Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor kendaraan operasional untuk Koperasi Merah Putih telah memicu reaksi kecewa yang luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan upaya pemerintah yang sedang giat mendorong kemandirian industri otomotif nasional melalui penguatan produksi dalam negeri.
Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif atau PIKKO secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana impor tersebut.
PIKKO menyoroti bahwa tingkat utilisasi produksi industri komponen dalam negeri saat ini masih berada di kisaran enam puluh hingga tujuh puluh persen.
Jika impor kendaraan utuh dilaksanakan dampaknya diprediksi akan sangat merugikan kelangsungan ekosistem manufaktur nasional secara keseluruhan.
Asosiasi tersebut menekankan bahwa kebijakan importasi ini tidak hanya merugikan pabrikan besar melainkan juga mengancam mata pencaharian sekitar enam ribu pekerja yang bergantung pada rantai pasok komponen otomotif.
Sektor industri kecil dan menengah selama ini telah terbukti mampu menjadi pemasok tier dua dan tier tiga bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang diproduksi di Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

