
Repelita Jakarta - Penulis Ahmad Bahar meluncurkan buku berjudul 'Raport Merah Sang Jenderal' yang mengkritisi lama masa jabatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Peluncuran pada Kamis, 5 Februari 2026 tersebut juga menyoroti fenomena partai coklat (parcok) dalam tubuh kepolisian.
Ahmad Bahar menyatakan keprihatinannya atas periode kepemimpinan yang dinilai telah melampaui batas wajar dalam sistem demokrasi. "Hari ini, yang menjadi perhatian publik adalah lamanya Jenderal Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri. Itu menurut saya sudah tidak biasa," ujarnya. Ia menegaskan bahwa kekuasaan yang terlalu lama berpotensi menciptakan masalah serius bagi institusi.
Selain soal lamanya jabatan, penulis tersebut mengangkat fenomena parcok yang disebutnya berperan dalam dinamika politik nasional. "Fenomena parcok itu nyata. Saya punya banyak kawan di internal Kepolisian, jadi ini bukan sekadar obrolan warung kopi," tegas Ahmad Bahar. Fenomena ini menurut analisisnya turut mempengaruhi berbagai keputusan strategis di tubuh Polri.
Buku tersebut juga mengkritisi mandeknya proses reformasi institusi kepolisian selama kepemimpinan yang berjalan. Ahmad Bahar menyebutkan masih adanya praktik-praktik seperti kriminalisasi warga, budaya setoran, dan pola "no viral no justice" yang belum terselesaikan.
Penulis menilai salah satu faktor yang mempersulit pergantian Kapolri adalah adanya relasi jasa politik masa lalu yang dibungkus dalam tradisi rasa terima kasih. Namun ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan tetap diperlukan untuk kesehatan institusi. "Bukan dicopot, tapi diganti. Regenerasi," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

