
Repelita Washington - Lebih dari seratus lima puluh pesawat tempur Amerika Serikat telah ditempatkan dalam kesiagaan di berbagai titik di Eropa dan Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Laporan Washington Post pada Selasa 24 Februari 2026 mengungkapkan bahwa citra satelit yang diambil pada Jumat 20 Februari 2026 menunjukkan lebih dari enam puluh pesawat tempur AS termasuk selusin jet F-35 telah bersiaga di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti Yordania.
Data penerbangan juga mengindikasikan bahwa lebih dari sepertiga armada pesawat pengintai E-3G Sentry telah dipindahkan ke Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Pesawat tanker serta setidaknya satu pesawat pengintai diketahui telah ditempatkan di Bandara Chania Pulau Kreta Yunani sejak 17 Februari 2026.
Rekaman video dari Bandara Chania pada Sabtu 21 Februari 2026 memperlihatkan sepuluh jet tempur F-35 tambahan di antara pesawat-pesawat yang telah ada sebelumnya.
Puluhan pesawat tempur lainnya beserta sistem anti-rudal berpeluru kendali Tomahawk terpantau berada di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford.
Belasan pesawat tempur F-22A Raptor telah dikerahkan di Pangkalan Udara Lakenheath Inggris sementara setidaknya satu jet F-16 Fighting Falcon dilaporkan mendarat di Azores wilayah otonom Portugal di Samudera Atlantik.
Menurut Washington Post lebih dari separuh pesawat yang baru ditempatkan tersebut berada di pangkalan udara Eropa di luar jangkauan sebagian besar rudal Iran.
Sebelumnya pada Senin 23 Februari 2026 The New York Times mengutip sumber bahwa Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan berskala besar terhadap Iran jika perundingan atau serangan terbatas tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaili Baghaei menegaskan bahwa Iran akan memandang serangan terbatas AS dalam bentuk apa pun sebagai tindakan agresi.
Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein menekankan pentingnya solusi dialog dan politik untuk mencegah eskalasi di kawasan sebagaimana disampaikan kepada Sindikasi Jurnalis Yordania pada Selasa 24 Februari 2026.
Kerajaan Yordania menyatakan tidak akan membiarkan pelanggaran ruang udara maupun menjadi arena perang.
Raja Abdullah juga menegaskan komitmen berkelanjutan untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina serta mencegah perubahan status quo di Tepi Barat dan Yerusalem melalui kerja sama dengan negara sahabat dan mitra internasional.
Ia menekankan dukungan terhadap upaya Suriah dalam menjaga keamanan stabilitas serta integritas kawasan.
Perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Iran akan membalas secara tegas dan proporsional setiap agresi militer sebagaimana disampaikan kepada Anadolu pada Kamis 19 Februari 2026.
Iran menegaskan tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai konflik apa pun serta menyerukan tanggung jawab penuh Amerika Serikat atas konsekuensi yang mungkin timbul.
"Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun" demikian bunyi surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perwakilan Iran memperingatkan bahwa semua pangkalan fasilitas serta aset pasukan musuh di kawasan akan menjadi sasaran sah dalam respons defensif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

