Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Amien Rais Kritik Kapolri Listyo Sigit dan Singgung Pengaruh Jokowi dalam Kondisi Polri Saat Ini

 

Repelita  Jakarta - Kritik terhadap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo semakin menguat setelah sebelumnya disampaikan Rizal Fadillah kini Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais ikut menyuarakan pendapat keras.

Amien Rais menerima kunjungan sahabat lamanya Ahmad Bahar di rumahnya di Yogyakarta di mana tamu tersebut membawa sebuah buku setebal dua ratus dua puluh sembilan halaman berjudul Raport Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Yang menarik perhatian Amien Rais adalah desain sampul buku tersebut yang bukan menampilkan foto Kapolri melainkan gambar Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenakan seragam kepolisian lengkap dengan empat bintang di pundak.

Amien menilai gambar sampul itu menyiratkan pesan kuat bahwa Presiden Joko Widodo memiliki andil besar dalam kondisi Polri saat ini karena dianggap berhasil mendikte Listyo Sigit sepenuhnya.

Menurut Amien Rais isi buku karya Ahmad Bahar mengungkap perubahan gaya hidup para perwira tinggi Polri yang semakin jauh dari nilai kesederhanaan dan beralih menjadi kelompok hedonis.

Buku tersebut menyebut para perwira tinggi Polri tanpa rasa malu menunjukkan perilaku mengumbar syahwat serta kekuasaan tanpa batas dan tanpa kendali.

Ahmad Bahar juga menyinggung dugaan penerimaan suap atau risywah dari para pemodal khususnya terkait perlindungan terhadap usaha tambang ilegal.

Transaksi suap disebut melibatkan jumlah besar mencapai puluhan miliar rupiah bahkan mungkin ratusan miliar rupiah yang diberikan pemilik modal kepada oknum perwira tinggi Polri.

Amien Rais menekankan dampak serius dari praktik-praktik tersebut terhadap citra institusi kepolisian sehingga Polri kehilangan keberanian moral untuk menegakkan hukum kebenaran serta keadilan.

Ia menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai telah merusak citra Polri selama lebih dari lima tahun menjabat.

Sebelumnya Rizal Fadillah juga mengkritik Kapolri atas pernyataannya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI yang menggunakan diksi siap perang terkait aspirasi publik.

Rizal menilai frasa tersebut mengesankan komando kepada seluruh jajaran Polri untuk mempertahankan posisi hingga titik darah penghabisan meskipun tugas kepolisian seharusnya mengayomi melayani masyarakat serta menjaga ketertiban.

Ia juga menyoroti sikap arogan Kapolri yang menyatakan lebih memilih menjadi petani daripada menjadi menteri kepolisian disertai tepuk tangan apresiasi dari anggota Komisi III DPR.

Rizal menduga respons tepuk tangan itu memunculkan tanda tanya publik mengenai adanya relasi kepentingan di baliknya mengingat Polri bukan instansi yang kekurangan dana.

Lebih lanjut Rizal mempertanyakan sikap Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai bentuk pembangkangan serta ketidakberdayaan terhadap bawahan.

Ia menilai anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra yang ikut memberikan tepuk tangan menunjukkan kepasrahan atau ketidakberdayaan Presiden Prabowo menghadapi tantangan internal.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved