
Repelita Jakarta - Amien Rais mengungkap isi buku berjudul Raport Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibawakan sahabat lamanya Ahmad Bahar saat berkunjung ke kediamannya di Yogyakarta.
Buku setebal dua ratus dua puluh sembilan halaman tersebut menyoroti berbagai permasalahan di tubuh Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Amien Rais menekankan bahwa sampul buku justru menampilkan foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenakan seragam polisi dengan empat bintang di pundaknya bukan gambar Kapolri Listyo Sigit.
Menurut Amien gambar sampul itu menyampaikan pesan kuat bahwa Presiden Joko Widodo berada di balik layar dan memiliki peran besar dalam kondisi Polri saat ini.
Ia menilai Presiden Jokowi berhasil mendikte Listyo Sigit sepenuhnya sehingga dianggap sebagai pihak yang menghancurkan institusi kepolisian.
Amien Rais menyampaikan bahwa isi buku mengungkap perubahan gaya hidup para perwira tinggi Polri yang semakin hedonis dan menjauh dari nilai kesederhanaan.
Ahmad Bahar dalam bukunya disebut membongkar kehidupan perwira tinggi Polri yang tanpa malu mengumbar syahwat serta kekuasaan tanpa batas dan tanpa kendali.
Buku tersebut juga menyinggung dugaan praktik penerimaan suap atau risywah dari para pemodal terutama terkait perlindungan usaha tambang ilegal.
Transaksi suap disebut melibatkan nominal besar mencapai puluhan miliar rupiah bahkan kemungkinan ratusan miliar rupiah yang diberikan pemilik modal kepada oknum perwira tinggi Polri.
Amien Rais menegaskan praktik-praktik itu telah merusak citra Polri secara serius sehingga institusi tersebut kehilangan keberanian moral untuk menegakkan hukum kebenaran serta keadilan.
Ia menyampaikan pesan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai telah merusak citra Polri selama lebih dari lima tahun menjabat.
Editor: 91224 R-ID Elok

