Repelita Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Said Didu serta sejumlah tokoh oposisi yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahan mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan.
Politisi senior Amien Rais secara terbuka menyampaikan penghargaan atas inisiatif Presiden yang mengundang para tokoh tersebut untuk berdialog langsung.
Pertemuan berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara Jakarta Selatan pada Jumat petang 30 Januari 2026 dan berlangsung selama kurang lebih empat jam.
Amien Rais menyebut langkah tersebut sebagai terobosan politik yang belum pernah terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.
Ia membandingkan situasi ini dengan era Presiden Joko Widodo yang menurutnya tidak pernah membuka ruang dialog terbuka dengan para pengkritik.
Meski memberikan apresiasi Amien Rais sekaligus menyampaikan peringatan keras agar Presiden Prabowo tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan strategis.
Ia menekankan agar pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilakukan tanpa penundaan lebih lanjut.
Amien Rais mengingatkan bahwa penundaan dapat menimbulkan persepsi bahwa Presiden takut terhadap Kapolri.
Ia menegaskan Presiden tidak boleh bersikap maju-mundur atau plin-plan dalam menjalankan kepemimpinan.
Amien Rais juga mengungkapkan keheranannya terhadap penunjukan Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet.
Menurutnya posisi Seskab sangat strategis sehingga seharusnya diisi oleh figur yang matang dan berpengalaman menghadapi persoalan bangsa.
Ia mengutip kritik dari anggota DPR TB Hasanuddin yang mempertanyakan kesesuaian jabatan tersebut dengan ketentuan bagi prajurit TNI aktif.
Amien Rais memperingatkan Presiden agar waspada terhadap kemungkinan adanya ranjau politik di lingkaran dalam kekuasaan.
Ia secara khusus menyebut gerak langkah Teddy Indra Wijaya berpotensi menjadi jebakan yang dapat merugikan Presiden.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

