
Repelita Jakarta - Ketergantungan penduduk global terhadap perangkat telepon pintar menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahun.
Berdasarkan analisis Sensor Tower yang dikutip pada Senin (26/1/2026), total durasi penggunaan aplikasi seluler di seluruh dunia mencapai angka 5,3 triliun jam selama periode tahun 2025.
Angka monumental tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 3,8 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.
Rata-rata setiap individu di seluruh penjuru dunia menghabiskan waktu sekitar 3,6 jam per hari untuk berinteraksi dengan layar ponsel mereka.
Republik Indonesia tercatat menempati posisi tiga besar dalam daftar negara dengan intensitas penggunaan gawai tertinggi di tingkat internasional.
Selama setahun penuh, masyarakat Indonesia secara kolektif mengalokasikan hingga 414 miliar jam untuk menjalankan berbagai aplikasi di dalam perangkat seluler mereka.
Posisi puncak dalam kategori ini diduduki oleh India dengan akumulasi waktu penggunaan mencapai 1,2 triliun jam di sepanjang tahun 2025.
Amerika Serikat harus puas berada di peringkat ketiga dengan total durasi yang dicatatkan sebesar 385 miliar jam selama periode penelitian yang sama.
Dalam konteks regional Asia Tenggara, Indonesia secara jelas mendominasi sebagai negara dengan tingkat keterikatan tertinggi terhadap telepon pintar.
Filipina dan Vietnam masing-masing menempati posisi kedelapan dan kesebelas dalam peringkat global untuk kategori yang serupa.
Sementara itu, Thailand berada di urutan kelima belas, dan beberapa negara ASEAN lainnya tidak termasuk dalam dua puluh besar.
Meskipun menjadi rumah bagi banyak pengembang aplikasi ternama, China justru mencatatkan durasi yang lebih rendah dibandingkan Indonesia.
Negeri Tirai Bambu itu menduduki peringkat kesembilan secara global dengan total 148 miliar jam penggunaan perangkat iOS, karena data untuk platform Android tidak tersedia untuk dianalisis.
Terkait pola konsumsi digital, masyarakat Indonesia paling banyak menghabiskan waktunya untuk mengakses platform media sosial.
Aplikasi TikTok menjadi platform yang paling dominan dan banyak diakses oleh pengguna seluler di dalam negeri.
Posisi kedua diduduki oleh aplikasi drama pendek yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam preferensi hiburan masyarakat.
Aplikasi bernama Melolo misalnya, mencatatkan pertumbuhan unduhan yang melonjak hingga 329 persen pada tahun 2025.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa industri konten drama berdurasi pendek sedang berkembang pesat dan menjadi alternatif hiburan baru.
Selain itu, terdapat beberapa kategori aplikasi lain yang juga banyak diminati oleh pengguna Indonesia dalam keseharian mereka.
Kategori utilitas, multimedia, serta layanan perbankan dan dompet digital termasuk di antara yang paling sering diakses.
Aplikasi pinjaman daring, layanan streaming over-the-top, dan platform pesan instan juga menempati porsi penggunaan yang cukup besar.
Tidak ketinggalan, aplikasi di sektor telekomunikasi dan perdagangan elektronik turut menjadi bagian penting dari aktivitas digital masyarakat Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

