Repelita [Jakarta] - Tokoh Nahdlatul Ulama Umar Hasibuan memberikan tanggapan tajam terhadap pernyataan yang disampaikan oleh mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengenai komika Pandji Pragiwaksono. Tanggapan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial X pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2026.
Umar Hasibuan memberikan respons dengan cara membalikkan pernyataan Hasan Nasbi sebagai bentuk analogi. Dia mengandaikan jika Pandji Pragiwaksono yang menyatakan bahwa Hasan Nasbi bertahan hidup dengan cara menjilat pemerintah, kemudian mempertanyakan apakah Hasan Nasbi akan marah dengan pernyataan semacam itu.
Sebelumnya, Hasan Nasbi dalam penampilannya di podcast Seruput Kopi memberikan komentar mengenai materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang berjudul Mens Rea. Dia menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Pandji merupakan bagian dari mekanisme survival mode atau cara untuk bertahan hidup dalam dunia hiburan.
Lebih lanjut, Hasan Nasbi menyatakan bahwa genre bertahan hidup yang dipilih oleh Pandji adalah dengan memaki-maki pemerintah. Dia juga memberikan kritik terkait perilaku Pandji saat membahas topik Asian Values dalam program Total Politik, yang menurutnya merupakan tindakan yang tidak etis.
Hasan Nasbi juga menyebutkan bahwa adik-adiknya yang terlibat dalam program Total Politik menjadi korban dari mekanisme bertahan hidup yang diterapkan oleh Pandji Pragiwaksono. Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap metode yang digunakan oleh komika tersebut dalam menyampaikan kritik sosial.
Unggahan Umar Hasibuan di platform media sosial tersebut menjadi bagian dari perbincangan publik yang lebih luas mengenai batas-batas kritik dan humor dalam ruang publik. Polemik ini menyoroti perbedaan pandangan mengenai etika dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah melalui medium seni komedi.
Pandji Pragiwaksono sendiri melalui pertunjukan Mens Rea telah menyampaikan berbagai kritik sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan bernegara. Materi komedinya seringkali mengangkat isu-isu aktual dengan pendekatan satir yang cukup tajam, sehingga memicu beragam tanggapan dari berbagai kalangan.
Perdebatan antara pendukung kebebasan berekspresi dalam seni dan pihak yang menginginkan batasan tertentu dalam mengkritik otoritas terus berlanjut di ruang publik. Kasus ini menjadi contoh bagaimana seni komedi dapat menjadi arena pertarungan wacana antara berbagai kepentingan dan ideologi yang berbeda.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan langsung dari Pandji Pragiwaksono mengenai pernyataan Hasan Nasbi maupun respons Umar Hasibuan. Publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari polemik yang menyoroti hubungan antara seni, kritik sosial, dan politik ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

