Repelita [Jakarta] - Dokter Tifauzia Tyassuma kembali menarik perhatian publik dengan menyoroti akun media sosial bernama Fufufafa yang belakangan ramai dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui unggahan di platform X pada tanggal 14 Januari 2026, dia mempertanyakan apakah masyarakat telah membaca salah satu postingan dari akun tersebut sembari membagikan tangkapan layar konten yang dimaksud.
Dokter Tifa menyampaikan analisisnya terhadap gaya penulisan dalam unggahan akun Fufufafa dengan menggunakan pendekatan neurosains dan psikiatri. Dia menyebutkan adanya indikasi gejala Obsessive Compulsive Disorder yang terarah pada figur politik tertentu, yang dalam konteks ini adalah Prabowo Subianto.
Menurut penilaiannya, konten tersebut merepresentasikan rangkaian imajinasi yang bermula dari kekaguman tersembunyi, perasaan inferioritas, dan berkembang menjadi ekspresi dendam, ejekan, penghinaan, sarkasme, serta penggunaan bahasa yang vulgar. Dia menekankan bahwa pengulangan kata-kata tertentu menunjukkan gejala logorrhea dan kecenderungan obsesif yang bercampur dengan paranoia.
Dokter Tifa juga mengidentifikasi gejala flight of ideas atau lompatan pikiran yang ditandai dengan penyebutan berbagai kata dan topik yang tidak memiliki hubungan logis jelas, seperti Lexus putih, kesederhanaan, calon wakil presiden, kewaspadaan, hingga penyakit stroke. Dia menilai terdapat loose association atau asosiasi yang longgar dalam narasi akun tersebut, dimana terjadi peralihan topik tanpa jembatan penalaran yang koheren.
Selain itu, dia menyoroti apa yang disebut sebagai ancaman simbolik yang tersembunyi serta ejekan terselubung terkait status personal seseorang. Dia memberikan contoh dengan menyebutkan penempatan kata "duda" di antara rangkaian kata "tegas" yang diulang beberapa kali, yang dianggapnya mengandung makna tertentu.
Berdasarkan seluruh analisis tersebut, Dokter Tifa menyimpulkan bahwa akun Fufufafa menunjukkan kecenderungan gangguan spektrum psikiatris yang disertai dengan delusi, paranoia, dan disfungsi sosial. Dia mengklaim bahwa analisis ini merupakan bagian dari penelitian yang ditulis dalam bukunya berjudul "Gibran's Black Brain", khususnya pada subtopik studi kasus Fufufafa.
Dia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan merupakan contoh analisis metasintesis neuroscience behavior dan neuropolitika yang telah ditelitinya. Di akhir pernyataan, Dokter Tifa menyampaikan kekhawatiran jika akun tersebut benar-benar milik Gibran Rakabuming Raka, dengan menyatakan bahwa hal tersebut akan membawa dampak buruk bagi Indonesia.
Sementara itu, sejumlah pakar teknologi informasi dan pegiat media sosial yang berkecimpung di bidang digital mengklaim mampu membuktikan identitas pemilik akun Fufufafa berdasarkan temuan dan analisis jejak digital. Mereka menyatakan bahwa bukti-bukti teknis mengarah pada putra sulung mantan Presiden Joko Widodo tersebut, meskipun hal ini masih menjadi bahan perdebatan dan penelitian lebih lanjut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

