![]()
Repelita Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan harapannya agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemauan politik yang kuat dalam upaya memberantas mafia di sektor minyak dan gas bumi.
Ia menekankan bahwa hal tersebut diperlukan guna mencegah terulangnya kasus dugaan korupsi seperti yang terkait dengan pengadaan minyak mentah serta produk jadi kilang minyak oleh Pertamina Energy Trading Limited.
Sudirman Said menyampaikan hal tersebut kepada wartawan setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung pada Senin, 19 Januari 2026.
Menurutnya, selama menjalankan tugas negara di bidang energi, baik ketika bertugas di Pertamina maupun saat menjabat sebagai Menteri ESDM, ia selalu menghadapi berbagai hambatan yang bersifat non-teknis.
Ia menegaskan bahwa upaya pembenahan sektor energi tersebut sangat bergantung pada adanya kemauan politik yang tegas dari pemimpin.
Oleh karena itu, Sudirman Said berharap pemerintahan saat ini benar-benar memiliki political will yang kuat sehingga persoalan mafia migas dapat diselesaikan secara tuntas.
Ia juga menyatakan menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh aparat penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pengaruh M Riza Chalid dalam kasus dugaan korupsi Petral, Sudirman Said menyatakan tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut.
Ia hanya menyebutkan bahwa selama dua periode tugasnya di sektor energi selalu muncul hambatan-hambatan non-teknis.
Nama M Riza Chalid, lanjutnya, memang telah lama beredar dalam kaitan dengan isu tersebut, dan pihak penegak hukum saat ini sedang mengumpulkan berbagai bukti terkait.{*}
Editor: 91224 R-ID Elok

